KNTI berharap Gernas BBI perkuat rantai pasok UKM perikanan

·Bacaan 2 menit

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) ingin program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) harus diberdayakan dalam rangka memperkuat rantai pasok UKM perikanan di berbagai daerah.

"Gerakan tersebut juga harus diikuti dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok UKM dalam keseluruhan rantai ekonomi dan bisnis di dalam negeri," kata Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Dengan demikian, lanjutnya, maka hal tersebut akan memperkuat penggunaan produk UKM di dalam industri skala menengah dan besar, yang dengan sendirinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Selain itu, ujar dia, pemerintah juga harus membatasi produk-produk impor yang bisa diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Gernas BBI Masterclass Ikan vs Kopi sukses kreasikan produk abon lele

"Untuk itu perlu diikuti dengan pendampingan yang kuat bagi UKM untuk memperbaiki kualitas produk dan akses mereka terhadap permodalan," katanya.

Secara keseluruhan, ia berpendapat bahwa Gernas BBI sebagai gerakan nasional yang tentu positif dan harus didukung.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengharapkan Gernas BBI Ragam Aceh mampu meningkatkan kontribusi UMKM sektor kelautan dan perikanan terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Kami berharap peluncuran kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #PasarLautIndonesia dapat meningkatkan peran kontribusi UMKM kelautan dan perikanan terhadap kebangkitan UMKM untuk pemulihan ekonomi nasional," katanya dalam peluncuran kampanye Gernas BBI di Aceh.

Baca juga: Gernas BBI diharapkan tingkatkan kontribusi UMKM kelautan-perikanan

KKP, lanjutnya, akan terus mendukung program pemerintah dalam mendorong usaha mikro kecil dan menengah termasuk di sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kapasitas melalui promosi dan digitalisasi pemasaran guna meningkatkan produksi dan omzet penjualan. "Hal ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi," ujarnya.

Menteri Trenggono menuturkan Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang harus dikelola secara berkelanjutan. Pengelolaan tersebut termasuk juga fokus pada transformasi paradigma dari eksplorasi bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah serta dari teknologi sebagai alat bantu menjadi teknologi inovatif yang memproduksi nilai tambah.

Prinsip pengelolaan itu pun dinilai selaras dengan semangat kampanye Gernas BBI.

Baca juga: Gernas BBI, KKP perlu angkat wisata kuliner Aceh yang "maknyus"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel