Koalisi A2Z dinilai langkah baru untuk wujudkan transportasi nol emisi

Wakil Direktur International Council on Clean Transportation Rachel Muncrief menyatakan koalisi Accelerating to Zero (A2Z) merupakan langkah baru yang kuat untuk menciptakan momentum dan menerapkan dukungan demi mewujudkan transportasi nol emisi.

“Transportasi darat menunjukkan tren positif menuju e-mobility, tetapi tetap harus segera dan sedrastis mungkin dipercepat untuk memenuhi target iklim global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat.

Koalisi global A2Z disebut berhasil menggandeng 200 penandatangan di Mesir untuk beralih ke transportasi nol emisi pada tahun 2035 bagi negara maju dan tahun 2040 secara global.

Para penandatangan yang terdiri dari pemerintah, industri dan organisasi masyarakat sipil mengumumkan komitmen ambisius menuju kendaraan nol emisi, terutama mengingat sektor transportasi berkontribusi sekitar 20 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Pengumuman mengenai komitmen ini ditandai dengan publikasi dari BloombergNEF (BNEF) bertajuk “Zero-Emission Vehicles Factbook” yang mengungkapkan bahwa penjualan kendaraan listrik tahunan telah sesuai jalur sejak UN Climate Change Conference 26 (COP26).

Laporan BNEF menunjukkan penjualan kendaraan listrik global tahun 2022 sekitar 10,6 juta unit, tahun 2021 sebanyak 6,6 juta unit, dan 3,1 juta unit pada 2020. Lebih lanjut, laporan itu mencatatkan 13,2 persen mobil baru yang terjual secara global pada semester I/2022 adalah mobil listrik.

“Persentase itu naik dari 8,7 persen tahun 2021, yang juga meningkat dari 4,3 persen pada 2020,” catat laporan BNEF.

Adopsi kendaraan listrik dan fuel cell vehicle diproyeksikan dapat mencegah penggunaan hampir 1,7 juta barel Bahan Bakar Minyak (BBM) per hari pada tahun 2022 yang meningkat dari 1,5 juta barel per hari pada tahun 2021. Hal ini dibarengi dengan kapasitas produksi baterai lithium-ion global yang meningkat 38 persen sejak tahun 2021dari 540 Giga Watt Hour (GWh) menjadi 806 GWh.

Ahli mobilitas internasional dan tim inti A2Z, Monica Araya, menyatakan bahwa transportasi nol emisi adalah masa depan.

“Sangat penting untuk menaikkan ambisi penghasil emisi sekaligus menggerakkan dukungan bagi negara berkembang,” ungkap dia.

Koalisi A2Z disebut menghubungkan organisasi transportasi nol emisi terdepan di dunia, menciptakan platform yang mendukung pemahaman, pengembangan, dan penerapan kebijakan, rencana transportasi nol emisi yang ambisius, serta menunjukkan kepemimpinan. Koalisi A2Z dan mitra juga menargetkan percepat transisi kendaraan medium dan heavy duty nol emisi.

Koalisi A2Z merupakan kemitraan Presidensi COP26 Inggris, Climate Change High-Level Champions, International Council on Clean Transportation, Climate Group, dan Drive Electric Campaign. Koalisi A2Z membangun pondasi penting dari Deklarasi Kendaraan Nol Emisi (Zero Emission Vehicles Declaration/ZEV Declaration) pada COP26.

Baca juga: Perusahaan multinasional dukung target Indonesia emisi nol 2050
Baca juga: Pertama di Asia Tenggara, Jababeka jadi klaster industri nol emisi
Baca juga: UE setujui larangan efektif mobil bahan bakar fosil baru mulai 2035