Koalisi Gerindra Diprediksi Bakal Jadi Lawan Golkar di Pilpres 2024

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Partai Gerindra telah bertekad untuk mencalonkan sang ketum Prabowo Subianto sebagai presiden di Pemilu 2024. Begitu juga Partai Golkar yang akan mencapreskan Airlangga Hartarto dalam pemilu tiga tahun mendatang.

Pengamat Politik dari LIPI, Wasisto Raharjo Jati memprediksi, Prabowo dan Airlangga memiliki kans yang besar untuk saling bertarung. Terlebih, keduanya merupakan ketua umum parpol yang masuk tiga besar di Indonesia.

“Saya pikir berkaca pada pengalaman Jokowi yang agak kurang berdaya ketika menghadapi tekanan parpol karena statusnya bukan ketua umum sebuah parpol, maka potensi Airlangga maupun Prabowo itu memungkinkan untuk bisa dinominasikan sebagai capres,” jelas Wasis saat dihubungi merdeka.com, Senin (11/10/2021).

Wasis memprediksi, Golkar bisa membentuk koalisi dengan para parpol yang telah memiliki chemistry selama ini. Misalnya saja Nasdem dan PKB yang sudah lama menjadi rekan koalisi Golkar.

“Golkar saya pikir (bisa berkoalisi) seperti partai NasDem, Demokrat, maupun PKB. Karena partai-partai ini sudah lama jadi mitra koalisi Golkar sejak masa SBY,” katanya.

Sementara untuk Gerindra, Wasis melihat, peluang parpol berlogo burung Garuda tersebut bisa berkoalisi dengan PKS, PPP dan PAN. Parpol tersebut pernah mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

“Karena kedekatan yang sudah terajut manakala Prabowo jadi capres di 2014 dan 2019,” katanya.

Namun Wasis menggarisbawahi, saat ini ada PR besar yang perlu dilakukan oleh Prabowo dan Airlangga. Tantangannya, kedua tokoh tersebut harus menjangkau pemilih muda maupun pemilih muslim yang belum sspenuhnya solid.

“Bisa jadi sosok yang dipilih (anak muda dan pemilih muslim) adalah figur muda,” ujar Wasis.

Sementara khusus untuk Airlangga yang elektabilitasnya masih kecil, Wasis menyarankan, saat ini Menko Perekonomian tersebut semakin gencar untuk kampanye. Memperkenalkan diri di ruang publik maupun di media sosial.

“Saran saya, Airlangga perlu sekiranya lebih intens dalam sosial media supaya bisa lebih dikenal oleh publik, terutama pemilih pemula. Selain itu pula narasi atau pesan politik Airlangga agar lebih interaktif dan tidak menunjukkan ambisi pribadi,” tegas dia.

Tekad Gerindra Calonkan Prabowo

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan pada Sabtu (9/10). Pada rapat itu, Muzani mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan maju di Pilpres 2024.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insya Allah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud. Maka apa yang baru saudara ucapkan (meminta Prabowo maju di pilpres) akan kami teruskan. Dan dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi Insya Allah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024," kata Muzani dalam keterangannya, Minggu (10/10).

Muzani mengatakan pada Pilpres 2019, Prabowo sebagai calon presiden berhasil menang di Sulawesi Selatan dengan persentase 57 persen. Untuk itu, Muzani meminta kepada seluruh pengurus DPD, DPC, PAC hingga ranting di Sulawesi Selatan untuk merapatkan barisan sehingga target menang di Pilpres dengan raihan 65 persen bisa tercapai.

"Tekad kita untuk memenangkan Pak Prabowo di 2024 harus lebih besar, saya minta dengam hormat jangan sampai ada anggota DPRD Sulsel menyebabkan kekalahan kita. Saudara harus menjadi faktor penentu kemenangan bagi Pak Prabowo. Paling tidak dengan target minimal kemenangan 65 persen. Dengan target itu, maka jadikan lah Sulsel sebagai kandang Gerindra," ujar Muzani.

Wakil Ketua MPR meminta seluruh kader Gerindra tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan partai. Dia meminta kepada segenar kader Gerindra untuk menjadi faktor pemenang bagi Prabowo Subianto di Pilpres mendatang.

"Dalam survei Pak Prabowo paling unggul, elektabilitas paling tinggi, maka permintaan saudara untuk Pak Prabowo maju di 2024 tidaklah salah. Ini momentum dan kesempatan kita untuk mendudukan kader terbaik untuk di kursi top eksekutif. Tapi kita jangan jadi bagian menjadi penyebab masyarakat tidak memilih beliau, semua kesalahan kita harus perbaiki," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel