Koalisi pimpinan Saudi umumkan gencatan senjata virus corona di Yaman

Riyadh (AFP) - Koalisi militer pimpinan Riyadh untuk memerangi pemberontak Huthi di Yaman mengumumkan gencatan senjata dua pekan di negara itu mulai Kamis dalam upaya memerangi penyebaran virus corona yang mematikan.

Gencatan senjata sepihak menyusul meluasnya pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai meskipun ada seruan penghentian segera dari PBB demi melindungi warga sipil di negara termiskin di dunia Arab tersebut dari pandemi virus corona.

Pengumuman yang mulai berlaku Kamis pukul 09.00 GMT itu menjadi terobosan pertama sejak pihak-pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata yang diperantarai PBB di kota pelabuhan Hodeida dalam perundingan di Swedia pada akhir 2018.

"Koalisi mengumumkan gencatan senjata menyeluruh di Yaman untuk jangka waktu dua pekan, mulai Kamis," kata Turki al-Maliki, juru bicara aliansi militer itu, Rabu.

Periode dua pekan yang bisa diperpanjang itu ditujukan demi menciptakan "kondisi tepat" bagi pertemuan pihak-pihak bertikai yang disponsori PBB guna memfasilitasi "gencatan senjata permanen" di Yaman, imbuh Maliki.

Tak ada reaksi langsung dari pihak pemberontak yang beraliansi kepada Iran.

Namun beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, pemberontak merilis sebuah visi komprehensif guna memfasilitasi dialog yang menyerukan penarikan pasukan asing dan berakhirnya blokade darat, laut dan pelabuhan udara Yaman oleh koalisi pimpinan Saudi itu.

Koalisi yang meluncurkan intervensinya guna menggulingkan pemberontak pada 2015 itu bertekad menciptakan gencatan senjata dua pekan tetapi masih berhak mempertahankan diri jika diserang, kata para pejabat Saudi.

Utusan khusus PBB Martin Griffiths menyambut pengumuman gencatan senjata oleh koalisi ini.

"Para pihak kini mesti memanfaatkan peluang ini dan segera menghentikan semua permusuhan dengan urgensi maksimal dan menciptakan kemajuan menuju perdamaian yang menyeluruh dan berkelanjutan," kata Griffiths.

Wakil menteri pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman juga meminta pihak pemberontak "menunjukkan itikad baik" dan terlibat dalam dialog.

"Gencatan senjata dua pekan ini diharapkan akan menciptakan iklim yang lebih efektif dalam mengurangi ketegangan, bekerja dengan (Griffiths) ke arah sebuah penyelesaian politik yang berkelanjutan," kata Pangeran Khalid via Twitter.

PBB sudah berulang kali menyerukan penghentian segera permusuhan di Yaman demi membantu mencegah konsekuensi wabah virus corona yang berpotensi menciptakan bencana.

Sistem perawatan kesehatan Yaman yang rusak sejauh ini tidak mencatat kasus penyakit COVID-19, tetapi kelompok-kelompok bantuan memperingatkan bahwa begitu hal itu terjadi, maka dampaknya akan menjadi malapetaka.

Negara ini sudah dicengkeram oleh apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

"Gencatan senjata ini tampaknya lebih merupakan kesantunan ketimbang kebijakan yang muncul sebagai tanggapan atas seruan PBB untuk de-eskalasi konflik selama krisis COVID-19," kata Fatima Abo Alasrar, pakar pada Middle East Institute, kepada AFP.

Arab Saudi, pemerintah Yaman dan pemberontak Huthi semuanya menyambut seruan "gencatan senjata global segera" dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres guna membantu menghindarkan bencana menimpa kaum yang rentan di zona konflik.

"Sangat penting mengawasi akankah Huthis menghentikan operasi militer mereka," kata Alasrar.

"Itu akan menjadi uji litmus nyata dari gencatan senjata yang berhasil mengingat kaum Huthi saat ini telah membuka banyak medan pertempuran yang tak mampu mereka tutup."

Pertempuran belakangan meluas lagi antara kelompok Huthi dan pasukan Yaman yang didukung Riyadh di sekitar distrik Al-Jouf dan Marib yang berada di utara dan strategis, yang mengakhiri jeda berbulan-bulan.

Dan sistem pertahanan udara Saudi mencegat rudal pemberontak Yaman di atas Riyadh dan kota perbatasan Jizan akhir bulan lalu yang membuat dua warga sipil terluka di ibukota Saudi yang terkunci jam malam itu, lapor media pemerintah.

Itu merupakan serangan besar pertama ke Arab Saudi sejak pemberontak Huthi menawarkan penangguhan serangan ke negara kerajaan itu September silam setelah serangan menghancurkan ke instalasi-instalasi minyak Saudi.

Pekan lalu, koalisi melancarkan berbagai serangan udara ke ibukota Yaman di Sanaa yang dikuasai pemberontak sebagai balasan atas serangan rudal tersebut.

bur-ac/pma