Koarmada III bantu pencarian korban kapal tenggelam di Maluku Utara

Pangkalan Utama Komando Armada III di Sorong Provinsi Papua Barat menurunkan kapal perang guna membantu pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Cahaya Arafah yang tenggelam pada 18 Juli 2022 di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara.

"Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Irvansyah memerintahkan unsur-unsur Kapal Perang Koarmada III dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ternate untuk segera melaksanakan pencarian dan pertolongan korban kapal tersebut," kata Kadispen Koarmada III Kolonel Laut (KH) R Doni Kundrat di Sorong, Rabu.

Dia mengatakan bahwa kapal TNI Angkatan Laut yang diturunkan untuk membantu Basarnas melakukan pencarian adalah KRI Layaran-854, KRI Tatihu-853, dan KAL Tidore III-14-11.

"Tidak hanya kapal, TNI AL juga menurunkan tim penyelam bergabung dengan pihak Basarnas, Kepolisian, KUPP, serta penyelam dari masyarakat Pulau Sali untuk melakukan pencarian korban," ujarnya.

Baca juga: Basarnas kerahkan 13 armada cari penumpang KM Cahaya Arafah

Ia menjelaskan bahwa pada 20 Juli 2022 sekitar pukul 11. 44 WIT, tim selam pangkalan TNI Angkatan Laut Lanal Ternate yang tergabung tim penyelam gabungan upaya mencari korban tenggelamnya KMP Cahaya Arafah di Perairan Desa Tokaka Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara berhasil menemukan lokasi kapal tenggelam.

Satu korban pertama dengan identitas berjenis kelamin perempuan berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman 45 meter. Korban dievakuasi ke KN SAR 237 Pandudewanata dan segera dibawa menuju Posko Aju di Desa Tokaka.

Baca juga: Tim SAR gabungan cari 13 korban penumpang hilang KM Cahaya Arafah

Dikatakan bahwa pada sekitar pukul 12.55 WIT, Tim SAR Gabungan Penyelam kembali berhasil menemukan kembali dua korban berjenis kelamin perempuan dewasa dan satu korban anak laki-laki di kedalaman 45 meter dalam kondisi meninggal dunia.

"Pencarian terus dilakukan dan total korban yang berhasil ditemukan sampai dengan pukul 13.00 WIT berjumlah empat orang," kata dia.

Ditambahkan bahwa upaya pencarian oleh Tim Gabungan terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya yang diduga terperangkap di dalam badan kapal di dasar laut.

Baca juga: Kapal berpenumpang 66 orang tenggelam di perairan Halsel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel