Koboi Pistol Mainan di Kedoya Ngaku Emosi Ditegor Pemotor

Raden Jihad Akbar, Andrew Tito
·Bacaan 1 menit

VIVA – Aksi seseorang bak koboi dengan menodongkan pistol kepada warga terjadi di dekat SMA 57, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pelaku berinisial JS (18) kini telah diamankan di Polres Jakbar, Minggu 14 Februari 2021.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Robinson Manurung, menceritakan kejadian aksi penodongan pistol ini terjadi kemarin sore tadi pukul 17.00 WIB. Awalnya, JS yang mengemudikan mobil nyaris terlibat tabrakan dengan seorang pengemudi motor.

"Itu hampir mau serempetan, tapi bukan serempetan, antara mobil dengan motor. Yang mobil emosi ngeluarin senjata soft gun," ujar Manurung saat dikonfirmasi, Minggu malam 14 Februari 2021.

Manurung menjelaskan, JS pun dikejar oleh pengendara motor sambil diteriaki maling, JS pun akhirnya diamankan aparat kepolisian di Polres Metro Jakarta Barat.

Baca juga: INSA Minta Pekerja Maritim Jadi Prioritas Vaksin COVID-19

"Akhirnya dikejar motor diteriaki maling. Sudah diamankan oleh anggota, dibawa ke Polres," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan JS telah diamankan ke Polres Jakarta Barat. JS saat ini tengah menjalani pemeriksaan.

"Iya, saat ini pelaku sudah dimintakan keterangan oleh Unit Resmob Polres Jakbar," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengendara mobil Innova putih bernomor polisi B 1576 BZU nekat menodong pengendara lainnya dengan pistol saat di hadang lantaran hampir menyerempet pengendara motor lainnya di jalan Kedoya Raya, Kebun Jeruk Jakarta Barat, Minggu petang 14 Februari 2021.

Aksi pengendara mobil tersebut akhirnya mengundang amarah warga yang lantas mengejarnya. Warga yang khawatir terjadi hal hal yang tidak inginkan terjadi kemudian menghubungi polisi.

Terlihat dalam tayangan video, beberapa anggota polisi berpakaian preman membawa senjata api untuk menghadang pengendara mobil tersebut.

Proses penangkapan pengendara mobil tersebut juga cukup lama, lantara pelaku tetap berada di dalam mobil dan enggan keluar lantaran di kepung polisi dan warga.