Kode Keras untuk Milenial dari Pendiri Startup

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAMilenial adalah mereka yang lahir antara 1980 hingga 1996. Generasi ini tumbuh pada era digital dan dikenal nyaman dengan teknologi dan media sosial. Pendiri dan Kepala Eksekutif Startup LegalGo, Rahmat Dwi Putranto, meminta supaya para milenial berhenti untuk mengeluh dan berfikir ke masa depan.

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu dimiliki bagi seorang milenial untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik, yaitu signal, leader, dan legacy. Selain itu, Rahmat juga membagi jenis milenial menjadi dua, yaitu generalis dan spesialis.

Baca: Startup Lokal Mau Coba Eksis di Singapura dan Malaysia

"Tipe spesialis sudah tahu jalan hidupnya jadi dia akan menekuni bidang yang sudah diyakini. Sedangkan tipe generalis, mereka akan mengerjakan segala hal yang dianggap mampu sehingga lebih fleksibel saat bekerja," kata dia, Sabtu, 3 April 2021.

Meski begitu, ia mengungkapkan 'satu penyakit' kebanyakan milenial adalah hanya mengejar hasrat (passion) tapi tidak bergerak ke mana-mana. “Mengapa tidak memberi ruang yang lebih besar untuk bergerak? Kita bisa jadi diri sendiri, jadi milenial yang berbeda tanpa harus membanding-bandingkan sama orang lain," paparnya.

Rahmat, yang juga ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM, menggelar wisuda Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-22 Program Sarjana Hukum dan Magister Hukum Tahun Akademik 2020/2021 IBLAM School of Law secara luring pada Sabtu kemarin di Ballroom Swissbel-Hotel, Jakarta Pusat.

Jumlah lulusan tercatat sebanyak 153 wisudawan. Karena situasi masih dalam suasana pandemi, maka ada beberapa persyaratan dan aturan yang harus dipatuhi wisudawan, seperti wajib menaati seluruh protokol kesehatan yang berlaku selama mengikuti prosesi wisuda.

"Pelaksanaan wisuda luring ini sebagai bentuk apresisasi kami kepada mahasiswa yang telah melakukan pencapaian besar karena telah berhasil bertahan menyelesaikan pendidikan di masa pandemi. Kami berharap alumni IBLAM School of Law dapat mengembangkan diri, selalu berinovasi, dan memiliki keahlian yang tidak terbatas pada satu bidang saja," ungkap Rahmat.