Koeman dan Zidane, Dua Legenda El Clasico yang Akan Beradu Taktik pada Duel Real Madrid Vs Barcelona

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih kedua kubu yang berlaga akhir pekan ini adalah legenda Real Madrid dan Barcelona, yakni Zinedine Zidane dan Ronald Koeman. Keduanya mencatatkan total 30 penampilan El Clasico di La Liga sebagai pemain dan pelatih, dan mereka tahu apa yang dibutuhkan untuk menang di pertandingan terbesar di sepak bola ini.

Dini hari nanti, Real Madrid akan menghadapi Barcelona di Estadio Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) pukul 02.00 WIB. Zidane dan Koeman bakal bertemu kembali untuk kali kedua, setelah pada pertemuan pertama Blaugrana harus mengakui keunggulan Los Blancos 1-3.

Ronald Koeman bergabung dengan Barcelona pada 1989, menjuarai Copa del Rey di musim pertama dengan mengalahkan Real Madrid di final. Gol terbaiknya di La Liga terjadi pada 1994, di mana ia mencetak gol tendangan bebas jarak jauh dalam kemenangan 5-0 atas Real Madrid di Camp Nou.

Pelatih asal Belanda ini juga mencetak lima gol dalam 11 penampilan El Clasico, menunjukkan insting menyerangnya dan menjadikannya bek dengan catatan gol terbanyak sepanjang masa bagi dunia sepak bola (253 gol bagi klub dan timnas), dan bek dengan gol terbanyak bagi Barcelona (88).

Koeman sebelumnya memegang rekor bek paling sering tampil di El Clasico. Tapi rekornya pupus oleh Sergio Ramos per musim kemarin.

Laga El Clasico jilid kedua ini sangat penting buat Barcelona dan Real Madrid. Sebab tambahan tiga poin bisa menempatkan pemenang untuk sementara memuncakl klasemen Liga Spanyol.

Catatan Zidane

Real Madrid - Zinedine Zidane (Bola.com/Adreanus Titus)
Real Madrid - Zinedine Zidane (Bola.com/Adreanus Titus)

Zinedine Zidane bermain melawan Barcelona sebanyak tujuh kali sebagai pemain di pentas La Liga (M2 S3 K2), mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Barcelona yang berisikan nama-nama besar seperit Ronaldinho dan Samuel Eto'o pada tahun 2004.

Namun, momen terbaiknya melawan Barcelona terjadi di ajang Liga Champions. Zidane mencetak gol chip luar biasa di leg pertama di Camp Nou, untuk membawa Madrid melaju ke final, pertandingan final yang sama ketika ia mencetak gol voli luar biasa melawan Bayer Leverkusen.

Zidane menuai lebih banyak kesuksesan ketika menjabat sebagai pelatih Real Madrid, termasuk dua gelar La Liga Santander (2017, 2020), dan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) dalam dua periodenya sebagai pelatih.

Ia disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub: Zidane berhasil membawa Madrid menjuarai 11 trofi, hanya kalah dari raihan Miguel Munoz dengan 14 trofi.

Pentingnya Tiga Poin untuk Menduduki Singgasana Liga Spanyol

Saksikan Video Pilihan Berikut