Koeman Ngamuk ke VAR Usai Barcelona Dipermalukan Madrid di Camp Nou

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA Barcelona harus menelan pil pahit saat menghadapi Real Madrid dalam duel bertajuk El Clasico di Camp Nou, Sabtu 24 Oktober 2020. Mereka dihajar Madrid, 1-3, dalam duel tersebut.

Laga sebenarnya enak untuk ditonton. Adu teknik dan strategi permainan yang intens begitu terlihat di babak pertama.

Namun, pada babak kedua, Barcelona terlihat kehilangan arah permainan. Mereka kerepotan menghadapi gaya pragmatis dan efektif dari Madrid.

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, punya pendapat mengenai fenomena ini. Berbagai keputusan wasit dan video assistant referee telah berpengaruh kepada performa anak-anak asuhnya.

Koeman berkilah, keputusan VAR yang telah memberikan penalti kepada Madrid, sudah mengganggu fokus dari anak-anak asuhnya.

Bek Real Madrid, Sergio Ramos bobol gawang Barcelona.
Bek Real Madrid, Sergio Ramos bobol gawang Barcelona.

"Saya tak mengerti beberapa keputusan wasit. Penalti tentunya berpengaruh besar terhadap hasil. Kami juga main bagus sebenarnya, mencetak banyak peluang. Tapi, masalah ini benar-benar jadi serius bagi kami," kata Koeman dilansir Marca.

Kinerja VAR benar-benar tak dimengerti oleh Koeman. Dia mempertanyakan seperti apa prosedur VAR.

Sebab, menurutnya, VAR bisa jadi solusi atas berbagai insiden yang luput dari pengamatan wasit dan bisa menjadi penengah dalam kontroversi yang muncul. Tapi, ditambahkan Koeman, Barcelona seperti tak mendapat efek apa pun dari VAR.

"Sepertinya VAR tak bersahabat dengan Barcelona. Saya bicara dengan Clement Lenglet soal insiden (pelanggaran terhadap Sergio Ramos). Saya kira, ada pelanggaran terhadap Lenglet dari Ramos sebelumnya. Ini masalahnya. Lihat saja, saat lawan Sevilla, Lionel Messi tak dapat penalti, pun dengan ketika menghadapi Getafe yang seharusnya mereka dijatuhi hukuman dua kartu merah," keluh pelatih asal Belanda itu.