Kohati siap menyuarakan kebangkitan politik perempuan

Wakil Sekretaris Umum Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) Sri Meisista mengatakan organisasinya siap menyuarakan suksesnya kebangkitan politik perempuan.

"Ada tiga poin penting yang akan selalu disuarakan oleh kader Kohati dari pelosok negeri sampai ke tingkatan pusat," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan-nya terkait peringatan ke-56 tahun lahirnya Kohati. Organisasi itu disahkan 17 September 1966 pada Kongres HMI VIII di Solo. Kohati merupakan badan khusus dari Himpunan Mahasiswa Islam yang dibentuk sebagai wadah perempuan-perempuan hebat dan tangguh dari seluruh penjuru negeri.

"Kohati akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) perempuan unggul yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang bisa bersaing di tengah modernitas dan kecanggihan teknologi dengan berbagai program unggulan-nya," katanya.

Selain itu kata dia, Kohati akan tegak lurus berdiri di depan menyuarakan keadilan kepada mereka yang selalu menindas perempuan dan masyarakat.

"Dalam Kiprah Kohati telah banyak melahirkan para perempuan hebat yang inspiratif dalam menentukan arah pembangunan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Dia menegaskan Kohati hadir sebagai wadah untuk menampung permasalahan-permasalahan perempuan dan melahirkan solusi-solusi yang kongkrit.

Pengurus HMI pada saat itu melihat bahwa dibentuknya Kohati di lingkungan HMI adalah untuk kemaslahatan HMI secara keseluruhan.

"Selamat Dies Natalis Kohati ke 56 tahun, selalu berkiprah menciptakan kader-kader yang berkualitas insan cita dalam menentukan arah pembangunan bangsa dan selalu tangguh dalam menghadapi badai dimanapun dan kapanpun," katanya.