KOI Memastikan Olimpiade Tokyo Sesuai Jadwal

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan bahwa pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada Juli 2021 akan tetap digelar sesuai jadwal. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

"Kami berkoordinasi langsung dengan IOC. Presiden Thomas Bach menyampaikan bahwa terkait dengan isu yang berkembang, IOC dan NOC Jepang telah memastikan bahwa Olimpiade Tokyo akan dibuka pada 23 Juli," ujar Raja Sapta Oktoahari dalam keterangan persnya.

"Sehingga IOC dan TOGOC (Panitia Pelaksana Olimpiade Jepang) memastikan bahwa opening ceremony akan tetap diselenggarakan pada 23 Juli."

"Kami selaku NOC Indonesia hanya bisa menyampaikan informasi yang telah divalidasi. Jika ke depan ada perkembangan mengenai teknis dan hal lain mengenai ini, kami akan berkomunikasi lagi dan menyampaikan perkembangannya," lanjut Ketua KOI itu.

Olimpiade Tokyo awalnya dijadwalkan pada 2020, tepatnya pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Namun karena pandemi COVID-19 yang menyerang dunia.

IOC memutuskan untuk menunda pelaksanaannya selama satu tahun. Namun, pelaksanaan Olimpiade Tokyo sempat menjadi pertanyaan lantaran hingga saat ini pandemi COVID-19 belum mereda.

Protokol Pelaksanaan dan Kualifikasi yang Belum Selesai

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Setelah memastikan bahwa Olimpiade Tokyo tetap akan digelar sesuai jadwal, KOI masih menunggu sejumlah tahapan teknis dari IOC dan TOGOC terkait petunjuk dan protokol mengenai pelaksanaan Olimpiade pada musim panas nanti, termasuk mengenai bagaimana proses kualifikasi yang hingga saat ini belum terselesaikan.

"Semua persiapan atlet maupun proses kualifikasi akan menjadi hal yang paling utama akan kami komunikasikan dan sampaikan kepada IOC," ujar Raja Sapta Oktohari.

"Kami pun telah berkomunikasi dengan cabor-cabor terkait proses kualifikasi yang banyak tertunda karena pandemi corona ini, di mana cukup banyak proses kualifikasi yang belum selesai," lanjutnya.

Video