KOI teken MoU dengan NOC Hungaria untuk peningkatan prestasi olahraga

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi menjalin kerja sama dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Hungaria sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga di dua negara tersebut.

Kesepakatan tersebut baru terealisasi akhir Oktober lalu sejak KOI pertama kali menjajaki peluang kerja sama dengan NOC Hungaria pada awal tahun 2022. Kerja sama ditandai secara resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak di Seoul, Korea Selatan.

“Alhamdulillah, KOI kembali menambah kerja sama yang payung hukumnya secara resmi sudah ditandatangani melalui MoU ini. Semoga dengan MoU ini prestasi olahraga Indonesia dapat semakin mendunia,” kata ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IOC berdiskusi dengan 10 kandidat tuan rumah Olimpiade 2036

Okto menjelaskan bentuk komitmen KOI dan NOC Hungaria adalah kesepakatan mendorong pembinaan pertukaran pelatihan atlet antarfederasi nasional kedua negara terkait partisipasi bilateral dan multilateral kompetisi serta pelatihan.

Pertukaran itu, lanjut Okto, tidak terbatas untuk atlet, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kualitas ofisial, trainer, ITO, tenaga ahli olahraga, hingga ilmuwan olahraga yang ingin berpartisipasi dalam seminar ataupun pelatihan yang dapat meningkatkan mutu kualitas olahraga kedua negara.

“Hungaria memiliki prestasi luar biasa di lima cabang olahraga, yaitu renang, polo air, kano, anggar, dan gulat. Kelima cabor ini langganan meraih medali di Olimpiade. Kita bisa ambil ilmu dari mereka, dan KOI membuka pintu agar payung hukum ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh federasi nasional,” kata Okto.

Baca juga: Sejumlah negara pastikan hadir di ANOC World Beach Games Bali 2023

NOC Hungaria sendiri berkeinginan untuk belajar dari Indonesia pada tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, panjat tebing, dan selancar. Kerja sama ini efektif dilakukan mulai Oktober 2022-Desember 2026.

“Kerja sama dua arah ini diharapkan bisa membantu peningkatan prestasi olahraga kita sehingga pada akhirnya Indonesia Olympic Champions Program ini bisa membantu peningkatan jumlah atlet Indonesia yang lolos kualifikasi Olimpiade untuk jangka pendek,”

“Sedangkan untuk jangka panjang bisa menunjang percepatan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah ditetapkan pemerintah sebagai peta jalan menuju capaian sukses lima besar Olimpiade pada 2045,” tutup Okto.

Selain dengan NOC Hungaria, KOI sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan NOC Qatar dan beberapa federasi internasional, seperti Federasi Internasional Judo (IJF) dan Federasi Akuatik Internasional (FINA).

Baca juga: KOI: Perubahan perlu dilakukan terhadap enam aspek utama