Kok Ada Oven yang Panas dan Tidak Panas saat Dipegang? Ajak Anak Kenali Bedanya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Belajar sains sederhana bersama anak ternyata bisa dilakukan dengan media apa saja. Bahkan, saat mengajak anak membuat kue favoritnya bisa jadi metode belajar super seru. Selain proses mencampur bahan-bahan yang menyenangkan, berkenalan dengan oven juga bisa menjadi pengetahuan yang baru buat anak di rumah. Misalnya membedakan oven yang terasa panas dan tidak panas saat dipegang.

Pasti banyak anak yang penasaran kenapa alat yang punya fungsi sama bisa menghasilkan perbedaan tersebut ya? Cara penjelasannya nggak perlu ribet kok, karena lewat video Belajar Dari Rumah yang dihadirkan oleh Kemendikbud untuk siswa kelas 5 SD bisa kupas tuntas fakta menariknya, lho.

Belajar tentang Konduktor bersama Angkasa dan Jordi

credit: Kemendikbud
credit: Kemendikbud

Belajar di rumah terasa seru banget ditemani Angkasa dan Jordi yang akan mengajak siswa kelas 5 SD membedakan tentang benda yang dapat berfungsi sebagai konduktor. Saat membantu ibu membuat kue di rumah, ibu melarang Angkasa langsung menyentuh oven karena masih panas. Sementara itu, ketika ibu membuat kue dengan oven milik mama Jordi, ternyata ovennya boleh langsung dipegang karena tidak panas. Apa yang bikin berbeda sih?

Ternyata, oven milik mama Jordi memang lebih canggih karena dirancang berlapis. Di bagian dalam oven terbuat dari bahan konduktor, yaitu bahan yang dapat menghantarkan panas sehingga bisa menyebar ke seluruh bagian oven untuk memanggang kue. Konduktor biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti logam, besi, dan baja.

Sementara itu, bagian luar oven tidak terasa panas saat dipegang karena terbuat dari isolator yang tidak menghantarkan panas. Jadi, panas yang keluar dari oven dihadang oleh isolator sehingga oven tetap aman dipegang. Bahan-bahan yang tergolong isolator antara lain plastik dan ebonit.

Di video episode ke-41 ini, teman-teman kelas 5 SD juga belajar kosakata baru. Seperti oven, yaitu alat pembakaran dengan panas yang tinggi. Selain itu, anak-anak juga mengenal istilah konduktor dan isolator.

Belajar Taksiran Penjumlahan Pecahan yang Tepat

credit: Kemendikbud
credit: Kemendikbud

Di sesi kedua episode ke-41, gantian Kak Yohana yang mengajak teman-teman di rumah belajar tentang pecahan. Salah satunya adalah taksiran dari penjumlahan pecahan yang tepat. Contohnya seperti saat Jordi belanja ke warung untuk membeli ½ kg gula. Ternyata, gula dengan bungkusan ½ kg habis, sehingga Jordi harus membeli 2 bungkus gula kemasan ¼ kg. Dari sini, teman-teman bisa memahami jika nilai 1 buah benda sama dengan ½ ditambah ½.

Jadi, apakah anak-anak sudah memahami beda oven yang panas dan tidak panas saat disentuh? Yuk, ikuti terus materi Belajar Dari Rumah yang dipersembahkan oleh Kemendikbud, setiap hari Senin – Jumat jam 10.30 – 11.00 WIB hanya di TVRI.