Kok Bisa Kena Macet Sih? Yuk, Bantu Anak Temukan Jawabannya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta “Ma, kok kita bisa kena macet sih?”

Pernah mendengar pertanyaan seperti itu dari anak tercinta? Saat terjebak macet, anak-anak pasti terasa bosan karena waktu tempuh yang semakin lama. Nggak jarang hal ini bikin mereka jadi bad mood dan sampai kepo, kenapa jalanan bisa macet ya?

Kemacetan mungkin sudah jadi fenomena yang biasa ditemui di kota-kota besar, khususnya yang tinggal di Jakarta. Sambil mendukung proses belajar anak, yuk kenalkan mereka pada penyebab kemacetan hingga keuntungan dan kerugian menggunakan sarana transportasi umum!

Indonesia Masuk dalam Peringkat Ketiga Jumlah Pengguna Kendaraan Bermotor Dunia

Ibu di rumah bisa memanfaatkan video program Belajar dari Rumah persembahan Kemendikbud yang tayang di TVRI. Memasuki episode 9 untuk kelas 4 SD, Kak Kafi dan Angel mengajak teman-teman di rumah berdiskusi soal penyebab kemacetan.

(c) Kemendikbud
(c) Kemendikbud

Dalam video tersebut, Kak Kafi menjelaskan jika Indonesia ternyata masuk ke dalam peringkat 3 negara dengan jumlah kendaraan motor terbanyak di dunia. Di peringkat pertama ada Amerika Serikat, sementara di peringkat kedua ada Cina.

Jumlah kendaraan di Indonesia diperkirakan mencapai angka 107.226.572 dan akan terus bertambah. Dari jumlah tersebut, 3 dari 10 mobil di Indonesia itu ada di Jakarta. Selain itu, 14% sepeda motor juga ada di Jakarta. Setiap harinya Jakarta kebanjiran 1130 unit kendaraan baru yang terdiri dari 240 mobil dan 890 sepeda motor. Faktanya lagi, ternyata kemacetan di Jakarta menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 68 triliun per tahun atau Rp 186 miliar per harinya.

Selain berdiskusi tentang kemacetan di Jakarta, Kak Kafi dan Angel juga belajar menuliskan keluhan tentang kemacetan di surat pembaca. Mereka juga belajar tentang kalimat persuasif yang berisi imbauan, menghitung biaya transportasi umum, serta membuat rencana tempat parkir yang ada di pusat perbelanjaan.

Apa Sih Kelebihan dan Kekurangan Naik Kendaraan Umum?

Beranjak ke video Belajar dari Rumah Episode 9 untuk kelas 5 SD, Kak Agung mengajak teman-teman di rumah belajar tentang kelebihan dan kekurangan naik kendaraan umum. Angkutan umum sendiri dihadirkan oleh pemerintah untuk menekan angka kendaraan bermotor yang beroperasi. Semakin sedikit jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi, tentunya bisa mengurangi kemacetan dan polusi yang diakibatkan gas pembuangan kendaraan.

(c) Kemendikbud
(c) Kemendikbud

Sarana jalan dan alat transportasi memberikan sumbangan dalam meningkatkan perekonomian. Data dari BPS menyebutkan jika panjang jalan di Indonesia mencapai 517 ribu km di tahun 2014 dan terus bertambah setiap tahunnya. Pertumbuhan jumlah kendaraan dan jalan ini juga bisa berarti ada sisi positifnya, yaitu perpindahan manusia dan barang lainnya lebih lancar. Artinya, pertumbuhan ekonomi terus membaik. Namun, hal ini juga diimbangi dengan angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat.

Selain belajar tentang alat transportasi, Kak Agung juga menjelaskan tentang perbandingan jumlah penumpang dalam kendaraan umum, seperti bus. Selain itu, Kak Agung juga mengajak teman-teman berdiskusi tentang kata imbauan dan bukan serta belajar menebak jaring-jaring kubus dari kotak kendaraan yang ada.

Wah, banyak hal baru yang bisa dipelajari dari Kak Kafi, Angel, dan Kak Agung untuk siswa SD kelas 4 dan kelas 5 ya? Pastikan jangan lewatkan tayangan Belajar dari Rumah yang dipersembahkan TVRI setiap Senin-Jumat ya!