Kok Cuma 182 Juta Orang yang Divaksin COVID-19? Ini Penjelasan Jokowi

Dedy Priatmojo, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah merencanakan suntik vaksin hanya diberikan kepada 182 juta orang. Jumlah ini tentu sempat dipertanyakan, mengingat jumlah rakyat Indonesia kurang lebih 271 juta jiwa, tapi mengapa hanya 182 juta orang yang menerima vaksin.

Menurut Presiden Joko Widodo, jumlah 182 orang yang akan disuntik vaksin sudah melalui berbagai pertimbangan dan perhitungan ideal.

"Kenapa harus minimal paling tidak 70 persen yang disuntik? Supaya terdapat yang namanya kekebalan komunal, yang namanya herd immunity. Kalau 70 persen dari bapak ibu ini misalnya kumpul di sini 1 RT ya kan, sudah divaksin 70 persen, yang 30 persen tidak divaksin sudah aman karena sudah dipagari oleh yang di vaksin," kata Jokowi saat berdialog dengan pedagang kecil pada acara penyerahan Bantuan Modal Kerja (BMK) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 18 Desember 2020.

Jokowi mengatakan pelaksanaan waktu imunisasi bakal dilakukan bertahap. Artinya masyarakat diminta menunggu waktu giliran sehingga akan ada pengumuman penyuntikan vaksin di wilayah mereka masing-masing.

"182 juta bayangkan banyak sekali, banyak. Memerlukan waktu. Sehingga sekali lagi, begitu besok, misalnya divaksin, sudah divaksin itu belum keadaan bisa langsung normal itu, ndak. Karena baru berapa yang divaksin butuh waktu untuk suntik satu-satu itu. Ini harus kita ngerti," kata dia.

Kepala Negara juga berusaha meyakinkan masyarakat untuk ikut program tersebut, tanpa terkecuali. Jokowi menegaskan, vaksin gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

"Saya harapkan semuanya mau, tidak ada yang menolak. Karena apa? Vaksin itu juga sudah diikuti oleh MUI dan Kementerian Agama sampai di pabrik ya diikuti. Dan nanti apa dari MUI juga akan mengeluarkan mengenai apa kehalalan dari vaksin itu," tutur Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 tiba di Tanah Air, pada 6 Desember 2020. 1,2 juta vaksin yang tiba di tanah air merupakan vaksin buatan Sinovac-Tiongkok yang juga diuji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu.

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 yang kini sudah datang ke Tanah Air itu akan diberikan secara gratis.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memastikan bahwa untuk vaksinasi nantinya, akan menjadi orang pertama yang divaksin.

"Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali," kata Presiden Jokowi, dalam keterangannya melalui akun youtube Sekretariat Presiden, Rabu, 16 Desember 2020.

Vaksin yang dibeli pemerintah dari Sinovac China, sempat memberikan keraguan terhadap sebagian masyarakat. Terutama masalah keamanan dari vaksin tersebut. Untuk itu, Jokowi berharap dengan dirinya menjadi yang pertama, membuat masyarakat tidak ragu.

"Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman," ujar Kepala Negara. (ase)