Kolaborasi Gojek-Tokopedia diyakini akan permudah UMKM Go Digital

·Bacaan 3 menit

Kolaborasi bisnis yang dilakukan dua startup raksasa karya anak bangsa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan Grup GoTo diyakini akan mempermudah pengadopsian teknologi digital oleh UMKM serta mempercepat UMKM di Indonesia naik kelas.

Co-founder UKM Indonesia Dewi Meisari Haryanti mengatakan kehadiran GoTo harus bisa menyederhanakan proses pengadopsian teknologi bagi UMKM, terlebih kolaborasi dua startup ini akan membentuk super ekosistem bisnis digital yang menaungi jutaan UMKM.

"Bersatunya dua raksasa besar yang merupakan perusahaan yang memiliki DNA untuk pemberdayaan UMKM ini mestinya bisa membantu keduanya untuk mengkonsolidasikan beberapa sumber dayanya sehingga menciptakan efisiensi dalam hal market education," ujar Dewi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Dewi, integrasi kedua raksasa ini memungkinkan pelaku usaha kecil untuk lebih mudah memahami transaksi secara digital. Dengan fitur yang lebih lengkap dan tersedia dalam satu ekosistem, teknologi GoTo diyakini akan semakin inklusif.

"Semoga ke depan akan lebih banyak UMKM produsen yang bisa menjadi seller di marketplace GoTo yang punya eksposur besar dan bukan hanya pedagang saja. Itu yang paling utama,” ujar Dewi.

Baca juga: Ditjen Dikti : "Startup Digital" jadi mata kuliah wajib mahasiswa

Baca juga: Analis: Bisnis digital menjanjikan buat Telkomsel investasi di Gojek

Selain itu, kata dia, manfaat lain dari kolaborasi teknologi dari kedua perusahaan raksasa itu adalah dapat menghadirkan efisiensi dalam hal edukasi pasar, sehingga para merchant atau penjual bisa meningkatkan skalabilitas usaha mereka.

Dewi menilai, GoTo perlu mengalokasikan sumber daya yang besar untuk pemberdayaan merchant atau penjual yang aktif dan memberikan pendampingan yang dibutuhkan untuk mereka agar bisa naik kelas.

“Layanan teknologi digital sangat memerlukan edukasi pasar yang bukan hanya masif, tapi juga mendalam,” kata dia.

Dewi menambahkan, faktor penting lainnya dari kombinasi bisnis dalam GoTo adalah terkait logistik, seperti layanan pengiriman same day atau instant di Tokopedia yang diharapkan bisa menjadi opsi pilihan.

Gojek, platform layanan on-demand dan pembayaran serta finansial terkemuka di Asia Tenggara, dan Tokopedia, perusahaan teknologi dengan marketplace terdepan di Indonesia, hari ini secara resmi mengumumkan pengkombinasian lini bisnis masing-masing dengan membentuk grup GoTo.

Grup GoTo menjadi perusahaaan teknologi terbesar di Indonesia dengan sedikitnya mencakup 100 juta pengguna aktif bulanan.

GoTo menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan di Indonesia yang menciptakan ekosistem unik dan saling melengkapi secara global melalui penyediaan berbagai solusi untuk menjalani keseharian dengan motonya “go to ecosystem for daily life".

Ekosistem Grup GoTo mewakili 2 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan akan semakin berkembang melayani 270 juta konsumen Indonesia, serta pasar negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Terdapat lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020, serta sedikitnya 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020.

“Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," ujar CEO GoTo Andre Soelistyo.

Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya menegaskan berdirinya Grup GoTo membuktikan bahwa bangsa Indonesia dapat bermimpi dan mewujudkannya.

”Misi kami sejak awal adalah untuk selalu menciptakan dampak sosial dalam skala besar, termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi pegiat UMKM lokal mengembangkan bisnisnya, dan di saat yang sama, memberi pengguna akses yang sama kepada barang dan jasa di seluruh penjuru negeri,” kata dia.

Baca juga: Pasca merger, Tokopedia tetap sediakan pilihan pembayaran

Baca juga: Entitas gabungan Gojek - Tokopedia targetkan kontribusi PDB 2 persen

Baca juga: Gojek merger dengan Tokopedia, bentuk Grup GoTo