Kolaborasi Pacu UMKM di Sulut Setelah Dihantam Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Manado - Kolaborasi menjadi keniscayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Manado, Sulut, agar bisa survive dan tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Kehadiran Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menjadi hal yang positif dalam membangun kolaborasi ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado Hendrik Warokka saat membuka talkshow di God Bless Park Manado, Kamis (4/11/2021). Kegiatan ini digelar oleh AMSI Sulut dengan menghadirkan Sales Manager Wuling Sulut Mevander Mark Muntu, dan Branch Manager BSI Manado Mantos Rivai Adhi sebagai narasumber.

“Bagi saya tema 'Membangun UMKM Tangguh di Bumi Nyiur Melambai' adalah tema yang saya harapkan. Dalam setiap apa yang kita lakukan, kita tidak bisa melakukan single fighter atau one man show. Tema ini adalah jawaban dan solusi,” ujar Warokka.

Warokka mencontohkan, UMKM yang melakukan usaha di Taman Berkat Manado misalnya siap menjual produk seperti pisang goroho, tapi jika petani tidak menanam bagaimana bisa menjual pisang goroho, karena bahan bakunya tidak ada. Lalu bagaimana bisa dijual jika tidak ada yang melabel bahwa itu standar ekspor.

“Kemudian butuh pihak yang dapat membimbing sehingga petani dan pelaku UMKM bisa menghasilkan produk berkualitas,” tutur Warokka.

Dia mengatakan, dalam kondisi maka maka dibutuhkan kolaborasi untuk menghasilkan produk yang siap ekspor sesuai standar. Karena saat Pemkot Manado sedang menggenjot pelaku IKM/UMKM untuk tetap melakukan kegiatan usaha bisnisnya ini, tidak gampang.

“Ritel-ritel modern sekarang tutup. Kita bisa bertahan karena ada kolaborasi,” ujarnya.

Begitu pemerintah menyiapkan fasilitas, aktivitas ekonomi terus berlangsung. Bahkan beberapa pelaku UKM kekurangan tenaga kerja. Di lain sisi, ada beberapa ritel di Manado harus merumahkan tenaga kerja.

“Tapi di tempat ini mereka butuh tenaga kerja. Artinya pelaku UMKM sangat kuat untuk menghadapi gejala kontraksi ekonomi akibat pandemi,” papar dia.

Warokka memaparkan, kegiatan itu memberikan warna tersendiri bagi kegiatan UMKM. Ini memberikan kemampuan tersendiri dalam kegiatan usaha.

“Ibarat kita sedang lemah, kita mendapat vitamin dari kegiatan ini. Kami memang butuh teman-teman dan mitra kerja yang baru termasuk rekan-rekan AMSI Sulut,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Manado ini.

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua AMSI Sulut Agust Hari menyampaikan rangkaian kegiatan talkshow ini guna menyongsong hajatan nasional Indonesia Digital Conference (IDC) 2021, Sulut menjadi salah satu penyelenggara. Sesi Sulut akan dilaksanakan pada 18 November 2021 pukul 14.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, yang melibatkan sejumlah narasumber.

Mereka adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan dan Oong Irianto Direktur PT Bhineka Manca Wisata Marriott Hotel Likupang Eco Family Resort.

Talkshow bertema kolaborasi ini bertujuan agar media, pemerintah, dan swasta sama-sama membangkitkan gairah pelaku UMKM di tengah kondisi pandemi Covid-19. “Kita percaya jika semua bergandengan tangan perekonomian di Sulut akan pulih akan makin bergeliat,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 70 orang, baik pelaku UMKM, pemimpin media anggota AMSI Sulut, karyawan Wuling Sulut, dan karyawan Bank Syariah Indonesia Manado Mantos yang dipandu Linda Setiawati.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel