Kolaborasi Program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia Berbasis Masjid

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai upaya dilakukan untuk mengentaskan masalah sampah di Indonesia. Tak hanya pemerintah, pihak swasta pun banyak yang ikut berperan dan bahkan melakukan beragam kolaborasi serta inovasi untuk mengelola sanpah, termasuk di masjid.

Salah satunya dilakukan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup & Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia (LPLH & SDA) bersama Le Minerale. Mereka mendukung Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasai) yang digagas oleh LPLH & SDA bersama TKN PSL (Tim Koordinasi Nasional Penanggulangan Sampah Laut dibawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan).

Kegiatan LPLH & SDA bersama Le Minerale ini akan dilakukan dibeberapa masjid di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Le Minerale juga akan memberikan fasilitas tempat sampah terpilah bagi pengelola dan jemaah masjid.

Menurut Idham Arsyad selaku Regulatory Manager Mayora Group, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung kelestarian lingkungan. Dengan adanya kerjasama ini, mereka sangat senang karena dapat ikut berperan serta dalam melakukan edukasi ke masyarakat bahwa sampah plastik bila dikelola dengan baik. Bukan menjadi beban tapi justru bisa menjadi sesuatu yang berguna.

"Seperti yang kita ketahui, edukasi dan peran serta masyarakat merupakan salah satu pilar terpenting dalam mempercepat proses terjadinya sirkular ekonomi," jelas Idham Arsyad.

Program ini merupakan sosialisasi dan penerapan fatwa MUI 47/2014 tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Wajib Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kolaborasi Program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia Berbasis Masjid. foto: istimewa
Kolaborasi Program Gerakan Sedekah Sampah Indonesia Berbasis Masjid. foto: istimewa

Pada bulan Ramadan ini LPLH & SDA mengajak masyarakat agar meningkatkan ketakwaan tidak hanya untuk keshalihan pribadi seperti salat, puasa dan lainnya, namun juga bisa meningkatkan keshalihan sosial seperti zakat, infaq dan sedekah, serta keshalihan alam sebagai cerminan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal itu bisa direfleksikan dengan memilah dan menyedekahkan sampah bernilai untuk kas masjid.

Ketua LPLH & SDA MUI, Dr. Ir. H. Hayu S. Prabowo, salah satu ketentuan hukum fatwa MUI 47/2014 adalah, setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir (sia-sia) dan israf (berlebihan).

"Jadi kami akan terus mengajak dan mengimbau masyarakat untuk peduli lingkungan, agar memilah sampah bernilai ekonomi dari rumah dan kemudian disedekahkan ke pusat pengumpulan di masjid," terangnya;

Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel