Kolaborasi Reckitt Indonesia dan Siklus untuk Menyediakan Pilihan Berkelanjutan Produk Dettol

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Reckitt mengumumkan kerja sama dengan Siklus, startup Indonesia yang berfokus dalam penyelesaian masalah ekonomi dan lingkungan dengan solusi teknologi isi ulang dan sistem e-commerce. Reckitt akan menggunakan solusi teknologi isi ulang untuk menyediakan alternatif yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen yang membeli poduk Dettol.

TERKAIT: Opsi Sabun Antibakteri Melindungi dari Kuman Penyebab Penyakit Saat Pandemi

TERKAIT: Plastic Neutral, Solusi Kelola Sampah Plastik untuk Mengurangi Emisi Karbon

TERKAIT: 6 Cara Menjaga Lingkungan dari Kerusakan Melalui Produk Kecantikan yang Digunakan

Salah satu tujuan Reckitt berdasarkan fokus perusahaan dalam hal keberlanjutan adalah mengedukasi dan mengajak konsumen untuk berkontribusi memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Fokus Reckitt adalah membantu upaya pengurangan sampah plastik.

Kerja sama perdana antara Reckitt dengan Siklus merupakan langkah untuk membantu kebutuhan konsumen Indonesia untuk mengakses produk higienis terpercaya seperti Dettol, khususnya di masa pandemi.

Melindungi lingkungan menjadi faktor penting

Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)
Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)

Dettol yang merupakan brand di bawah naungan Reckitt Indonesia, berfokus dalam melindungi lingkungan. Tujuan jangka panjang Dettol sendiri yakni dapat menggunakan kemasan daur ulang dan reuseable pada tahun 2025.

Dettol juga berkomitmen untuk menggunakan paling sedikit 25 persen dari bahan bakunya dengan plastik hasil daur ulang. Langkah ini sejalan dengan langkah keberlanjutan lain, seperti solusi daur ulang.

“Kerja sama antara Dettol dan Siklus menggunakan teknologi untuk mendorong usaha perlindungan lingkungan dan juga membantu meningkatkan tingkat higienitas di Indonesia. Waktunya tepat, dengan kondisi pandemi saat ini, konsumen juga menjadi lebih dependen dengan pembelian online dan delivery untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, kita melihat peningkatan kebutuhan untuk produk higienis seperti Dettol,” tutur Agung Panditanegara, Head of e-Marketing, Reckitt Indonesia.

Ia menambahkan. “Dengan kolaborasi ini, Dettol dan Siklus menyediakan cara yang aman dan nyaman bagi konsumen untuk mengakses produk Dettol pilihan mereka sambil ikut berkontribusi dalam langkah untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih besar untuk konsumen, dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan pribadi, dan perlindungan terhadap lingkungan kita.”

Pencapaian baru bagi Siklus

Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)
Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)

Dalam kolaborasi ini, Siklus dan Reckitt Indonesia akan memaksimalkan sistem e-commerce yang efektif dan bisnis model delivery untuk menyediakan produk kepada masyarakat, sekaligus mengurangi pemakaian kemasan plastik sekali pakai. Selain itu, Reckitt berencana menawarkan lebih banyak produk melalui Siklus di masa mendatang.

Dengan itu, masyarakat Indonesia dapat dengan mudah membeli kebutuhan sehari-hari melalui aplikasi Siklus yang kemudian akan langsung diantarkan ke rumah.

Kerja sama ini adalah pencapaian baru bagi Siklus dalam usahanya mengurangi sampah plastik dan memudahkan askes masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat bersemangat untuk memulai kerja sama dengan Reckitt Indonesia dan tim Dettol, mengingat mereka telah menunjukkan bahwa mereka sangat serius dalam mempercepat tindakan mereka dalam mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia,” jelas Adrian (AJ) Lee, Head of Marketing & Business Development, Siklus.

“Dettol akan menggunakan sistem e-commerce Siklus dan model isi ulang dan delivery untuk memasuki babak baru dari pengurangan pemakaian kemasan plastik sekali pakai, sekaligus mengurangi biaya bagi konsumen dan menjadikan Dettol lebih terjangkau untuk seluruh konsumen Indonesia.”

Dampak positif bagi lingkungan dapat dimulai dari keluarga

Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)
Reckitt menjalin kerja sama dengan Siklus dengan tujuan yang berpihak pada konsumen dan lingkungan. (Foto: dokumen/Reckitt Indonesia)

Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk menciptakan dunia yang lebih sehat dan bersih, Reckitt terus berusaha mengajak konsumen untuk memerhatikan dan menyediakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan yang dapat dimulai dari keluarga.

“Reckitt sangat bersemangat pada langkah sustainable yang memiliki dampak positif bagi kehidupan konsumen dan turut memberikan perlindungan bagi lingkungan. Kerja sama dengan Siklus adalah suatu langkah bagi Reckitt untuk mengembangkan dan memperluas model bisnis kami yang berfokus pada sustainability di Indonesia,” tambah Donny Wahyudi, Head of External Communications & Community Affairs, Reckitt Indonesia.

“Kami percaya bahwa tanggung jawab untuk melindungi lingkungan adalah tanggung jawab seluruh pihak, dan Reckitt Indonesia mulai mengajak konsumen untuk lebih bijak dalam memilih produk perawatan keluarga yang memiliki tujuan yang sustainable untuk jangka panjang. Reckitt percaya bahwa konsep sustainable akan selalu berdampak positif pada sosial, ekonomi, dan lingkungan," tutupnya.

Kedua perusahaan ini berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas kolaborasi bisnis yang senantiasa akan memihak pada konsumen dan juga lingkungan.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel