Kolaborasi Semua Pihak, Irjen Iqbal Yakin Corona Minggat dari NTB

·Bacaan 3 menit

VIVA – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus dengan menggandeng OKP Cipayung Plus selama tiga hari berturut-turut. Pada hari ini Kamis, 5 Agustus, Polda NTB menutup acara seribu vaksinasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal mengharapkan vaksinasi yang diselenggarakan di sejumlah kampus, khususnya UIN ini bisa mendorong percepatan kekebalan komunal nasional, terutama di Pulau Seribu Masjid ini. Iqbal menginginkan NTB menjadi provinsi yang aktif berpartisipasi dalam penanganan penyebaran virus corona atau COVID-19 dan vaksinasi.

"Dalam momentum Bulan Kemerdekaan RI ini, mari kita merahkan semangat kita dan putihkan NTB ini dari virus COVID-19. Saya yakin apabila civitas akademika UIN dan mahasiswa bergerak sebagai fungsinya, sebagai agent of change, NTB bisa lepas dari pandemi COVID-19. NTB bisa menjadi contoh provinsi yang masyarakatnya patuh protokol kesehatan dan tertib dalam melaksanakan vaksinasi," kata Iqbal kepada wartawan.

Eks Kadiv Humas Polri itu menyatakan seribu vaksinasi yang digelar hari ini di UIN sebenarnya bukan sebagai acara penutup. Ini merupakan ikhtiar awal untuk menggerakkan para mahasiswa menjadi agen perubahan di tengah-tengah pandemi COVID-19. Iqbal menyampaikan bahwa vaksinasi bagi masyarakat dilakukan gratis dan terbuka di Polda NTB dan tempat-tempat yang disediakan Pemprov NTB.

Oleh karena itu, Iqbal mengajak mahasiswa menjadi agen untuk menyelamatkan masyarakat NTB dari bahaya pandemi COVID-19. Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga meminta OKP Cipayung Plus sebagai wadah organisasi kemahasiswaan tidak melupakan fungsinya itu.

"Adik-adik mahasiswa dikenal memiliki peran kontrol sosial terhadap kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Masa depan negara kita terletak pada pemuda, khususnya mahasiswa," kata Iqbal.

Di sisi lain, Iqbal juga berterima kasih kepada Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan seribu vaksinasi ini. Mantan Kapolrestabes Surabaya ini meminta dukungan dan peran serta Prof Masnun dalam menjalankan program-program penanganan COVID-19 di NTB.

"Kami tidak bisa sendirian menghadapi pandemi COVID-19 ini. Pemerintah pusat, Pemda NTB, TNI, Polri, tidak bisa bergerak sendiri. Kami butuh dukungan penuh dari semua pihak, termasuk insan perguruan tinggi," kata Iqbal.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTB, Pemda NTB, dan OKP Cipayung Plus yang sudah bersinergi dengan pihaknya. Dia menyampaikan Vaksinasi Presisi Merdeka TNI-Polri sebanyak seribu dosis untuk mahasiswa UIN Mataram terlaksana dengan baik.

"Vaksinasi ini memang sangat ditunggu oleh civitas akademika UIN Mataram. Makanya kami berterima kasih kepada Pak Kapolda atas inisiasinya dan telah memfasilitasinya. Semoga terus dilakukan di kampus yang lain sebagai bentuk kerja nyata untuk melawan COVID-19. Semoga sinergitas ini tetap terjaga," kata dia.

Ketua PWNU NTB itu juga mendorong Pemda dan Polda NTB serta pihak terkait terus menggalakkan vaksinasi massal. Dia menilai masih banyak masyarakat NTB yang masih membutuhkan vaksinasi. Di sisi lain, Masnun juga mendorong para mahasiswa mengambil bagian sebagai agen yang mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Statement Pak Kapolda ini senapas dengan arahan dan instruksi Pak Menteri Agama beberapa waktu lalu agar seluruh civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, termasuk UIN Mataram, agar menjadi agen utama literasi tentang pandemi dan mengajak masyarakat luas untuk mengikuti vaksin," kata dia.

Salah satu anggota OKP Cipayung Plus sekaligus Ketua PKC PMII Bali-Nusa Tenggara Azis Muslim mengharapkan mahasiswa harus mengingat perjuangan Indonesia selama dijajah kolonialisme selama 350 tahun. Masyarakat Nusantara terus melawan. Dia mengharapkan perjuangan itu bisa dimaknai agar maju bersama di tengah pandemi ini, khususnya di bulan Kemerdekaan RI ini.

"Kita harus lawan Corona ini dengan menegakan protokol kesehatan. Vaksinasi Presisi Merdeka ini harus kita dukung atau kita dorong, karena saat bangsa ini ada wabah. Kita harus bergandeng tangan dan berkolaborasi. Kita apresiasi langkah pemerintah untuk melawan COVID-19 ini," jelas dia.

Ini merupakan vaksinasi massal dengan seribu dosis ketiga yang diinisiasi Polda NTB. Sebelumnya, masing-masing seribu dosis vaksinasi dilakukan di Universitas Muhammadiyah Mataram dan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma).

Acara vaksinasi ini dihadiri langsung Kapolda NTB, Wagub Prov NTB,Kasrem 162/WB,Rektor UIN NTB,Danlanal Mataram,Danlanud ZAM,Wakil Ketua DPRD Prov NTB dan Seluruh Ketua OKP Cipayung Plus NTB.

Baca juga: Kapolri: Momentum HUT RI Jadi Upaya Percepat Vaksinasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel