Kolaborasi terompet dan hadrat meriahkan HUT ke-77 RI di Ambon

Upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia (RI) di Provinsi Maluku yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Rabu dimeriahkan kolaborasi antara musik terompet dengan musik Hadrat yang bernuansa Islami.

Puluhan peniup terompet yang umumnya para pemuda dan remaja serta belasan penabuh rebana tampil berkolaborasi memainkan sejumlah lagu perjuangan pada peringatan HUT RI dengan inspektur upacara Gubernur Maluku Murad Ismail.

Para peniup terompet dan pemain hadrat juga berkolaborasi dengan organ tunggal untuk mengiringi paduan suara "Hotumese" dari Universitas Pattimura yang dipercayakan membawakan aubade lagu-lagu perjuangan untuk menggelorakan semangat juang masyarakat.

Sejumlah lagu yang dinyanyikan paduan suara diiringi musik kolaborasi diantaranya "Hari Merdeka", Pancasila Rumah Kita yang diciptakan Frangky Sahilatua serta lagu Maluku "Gandong e" yang liriknya lebih menggaungkan persaudaraan dan kekeluargaan.

Para peserta upaya yang sebagian besar adalah Forkopimda serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi vertikal, BUMN, BUMD serta perbankan juga dibuat terkejut dengan penampilan Gubernur Murad yang tampil solo menyanyikan lagu "Maluku Tanah Pusaka"

Dengan menggunakan pakaian kebesarannya "Upulatu" Maluku, Gubernur melantunkan lagu yang diciptakan Edy Latuharhary itu dengan suara baritonnya yang merdu. Penampilan Gubernur juga mendapat aplaus dari seluruh peserta upacara maupun warga yang menyaksikan momentum sejarah itu dari pinggir lapangan merdeka.

Baca juga: Masyarakat Tenilo gelar upacara HUT RI di atas bukit

Baca juga: Kirab Budaya Nusantara warnai rangkaian HUT RI di Kota Bandarlampung

Tiga siswa SMA di Maluku mengibarkan bendera Merah Putih saat upacara peringatan HUT ke-77 RI di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Rabu (17/8). (ANTARA/Jimmy Ayal)
Tiga siswa SMA di Maluku mengibarkan bendera Merah Putih saat upacara peringatan HUT ke-77 RI di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Rabu (17/8). (ANTARA/Jimmy Ayal)


"Kemerdekaan ini harga mati yang harus dinikmati seluruh masyarakat. Merdeka atau mati. Mari bersama bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara," ujar Gubernur Murad di tengah konser dadakannya itu.

Peringatan HUT RI tahun ini masih digelar secara terbatas untuk mencegah penularan COVID-19, di mana seluruh peserta upaya hadir dengan menggunakan pakaian adat maupun pakaian khas Maluku yakni "Baju Cele" dan "Baniang".

Dalam peringatan HUT RI yang digelar di tengah suasana hujan gerimis itu, dipimpin AKP Denni Sandera, Danyon A pelopor, Satbrimob Polda Maluku, sedangkan pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

Tiga siswa SMA bertindak selaku pengibar bendera yakni Yufron Tuarita (SMA Negeri II Kota Ambon), Ronaldo Ngarbingan (SMK Siwalima Maluku Tenggara) serta, Ardiansah Pacina siswa SMA Negeri 1 Buru), sedangkan Kasih karunia Tumiwa siswa SMA Negeri 3 Maluku Tenggara dipercayakan sebagai pembawa bendera.

Baca juga: Ratusan pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta gelar Upacara HUT RI

Baca juga: "Flypass" pesawat tempur dan bendera raksasa meriahkan HUT Ke-77 RI