Kolaborasi UniSadhuGuna (USG) Education dan FlyBest Flight Academy Lahirkan Pilot Andal

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta UniSadhuGuna (USG) sebagai penyedia program pendidikan internasional bekerjasama dengan Flybest Academy (Flybest) luncurkan konsep baru pendidikan Pilot di Indonesia, integrasi program Bachelor of Business Aviation Management dan Pilot License. Dengan program integrasi tersebut kedua institusi bermisi untuk menciptakan lulusan–lulusan pilot maupun professional di bidang aviasi lainnya yang kompeten dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia kerja era industri 4.0, khususnya di bidang penerbangan di pasar regional dan global.

Penandatangan MoU antara UniSadhu Guna dan Flybest Flight Academy yang dilaksanakan tanggal 22 Februari menjadi awal yang baik dalam perjalanan kedua institusi dalam memberikan sumbangsih di dunia pendidikan secara global. Untuk memperkuat kerjasama, USG dan FlyBest menggelar talkshow interaktif bertajuk “Masa Depan Aviasi Indonesia dan Peran Serta Pendidikan” secara daring.

Hadir sebagai pembicara, pakar pendidikan dari USG, pakar aviasi dari Flybest serta praktisi – praktisi kenamaan yang memiliki kedudukan penting di dunia Aviasi. Dalam kesempatan yang sama, bertepatan dalam rangka memperingati Hari Penerbangan Nasional, USG dan Flybest mengadakan kompetisi menulis yang ditujukan bagi para rekan – rekan media yang diharapkan dapat memberikan dukungan dengan sentuhan yang berbeda dari sisi dunia jurnalistik untuk bersinergi dengan dunia penerbangan.

Dalam kondisi pandemi saat ini, dunia penerbangan dan pariwisata mengalami dampak yang luar biasa. Begitu pula dengan dunia pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan. Dalam menghadapi situasi ini, dibutuhkan kemampuan bergerak dan adaptasi secara cepat.

Sektor transportasi udara memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan ekonomi Indonesia, hal inilah yang mejadi dasar kolaborasi USG dan Flybest yang berpusat di EduCenter, BSD - Tangerang. Inovasi antar sektor pendidikan dengan lini penerbangan merupakan perpaduan yang sangat harmonis demi perkembangan kebutuhan pasar industri, pemerintah dan masyarakat luas.

Selanjutnya

Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.
Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.

Acara dibuka oleh CAPT. DHARMADI, S.Pd MM yang saat ini menjabat sebagai Board of Advisors to General Chairman INACA (Indonesia National Air Carriers Association) dan merupakan kapten pilot dengan pengalaman puluhan tahun di industri penerbangan baik sebagai Kapten Pilot dan juga di manajerial tingkat tinggi. Dharmadi mengatakan, dampak Covid-19 selama setahun belakangan ini memang menyebabkan sektor aviasi berhibrenasi sementara, tetapi hal tersebut tidak meredam semangat praktisi industri penerbangan.

Karena meskipun di penerbangan komersil ada penurunan kapasitas harus dilihat secara besar bahwa industri aviasi sangatlah luas. Contohnya pilot cargo airlines dan freighter terus tumbuh, dan dibutuhkan terutama karena besarnya transaksi e-commerce serta distribusi alat-alat kesehatan, obat-obatan dan vaksin, di masa pandemi. Selain itu penerbangan private dan medevac juga tumbuh pesat.

“Hal ini membuktikan bahwa, tantangan era revolusi industri membuka satu peluang kerja baru yang mungkin dulu tidak terpikirkan di semua bidang termasuk aviasi, dan menurut data Mckinsey dan ahli riset lainnya, pasca pandemi industri pariwisata dan penerbangan akan menggeliat lagi. Maka lulusan-lulusan pilot saat ini akan berjaya nantinya, untuk itu sebagai praktisi pendidik aviasi kami senantiasa semakin kuat dan terus mengembangkan diri sebagai sekolah akademi terdepan di Indonesia” ungkap Dharmadi.

Dalam kesempatan tersebut Dharmadi juga menekankan pentingnya memiliki minimal gelar S1 atau Bachelor bagi para pilot. “Memiliki nilai tambah di bidang skills dan akademis sangat berpengaruh untuk kelangsungan karir seorang pilot secara jangka panjang, karena selain dibekali skill menerbangkan pesawat komersial, pilot yang mengantongi gelar S1 ini juga akan secara otomatis memiliki wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan yang sangat luas cakupannya. Dengan demikian, mereka juga bisa menempati posisi-posisi di manajerial di masa depan."

Selanjutnya

Ilustrasi pesawat United Airlines. (dok. Skeeze/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi pesawat United Airlines. (dok. Skeeze/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Dengan jam terbangnya yang sudah sangat tinggi di dunia penerbangan Indonesia, Ir. KARINITEM, MM, Chairperson PIP2I (Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia) sangat memperhatikan perkembangan industri aviasi Tanah Air terutama dalam kondisi saat ini. Menurut Karin “diperkirakan pada tahun 2023, airline akan mulai proses recovery pasca pandemic, untuk itu dimulai tahun 2022 lini rekrutmen pilot juga akan lebih intensif ini untuk mengisi kekosongan terutama karena pilot-pilot yang pensiun dan beragam karena meningkatkan kebutuhan di jasa penerbangan di lini lain seperti cargo dan pariwisata.

Karin yang juga menjabat direktur FlyBest Aviation dengan percaya diri menjelaskan bahwa prospek sekolah pilot cerah dan masih banyak peminatnya. Namun tidak bisa dipungkiri, biaya yang dibutuhkan cukup besar karena termasuk elite major of study.

“Kami ingin menjembatani anak muda bukan hanya bermimpi, namun mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Di sinilah, kami sangat tertarik mengembangkan sayap kolaborasi dengan USG yang dapat memberikan sebuah solusi bagi para generasi muda mewujudkan mimpi mereka terjun ke dunia aviasi global ini dengan hanya 4 tahun durasi studi dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujarKarin.

Sementara itu, Aimee Sukesna selaku Head of UniSadhuGuna BSD Campus & BTEC Specialist mengatakan, kerjasama USG dan FlyBest ini diluncurkan untuk mendukung perubahan kebutuhan akan pendidikan pilot yang lebih terintegrasi. Dengan mengambil program Pilot License dari Flybest dan Bachelor of Business dari UniSadhuGuna dan Teesside University UK dalam waktu bersamaan, diharapkan para lulusan akan mendapatkan pengetahuan mengenai dunia aviasi secara menyeluruh, baik dari sisi tekhnis dan praktik sebagai pilot maupun manajemen industrinya sendiri.

“Kurikulum yang kami gunakan diambil dari Inggris, yaitu dari Pearson BTEC dan Teesside University, UK. Konten dari program sangat relevan ke perkembangan manajemen di semua bidang termasuk Aviasi. Ketika mengambil program siswa akan di ajak untuk mendalami lima (5) pillar aspek bisnis termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, pengembangan sumber daya dan operasional. Nilai tambah lagi dari program ini untuk siswa yang tertarik berkarir di bidang penerbangan adalah studi kasus yang akan digunakan sangat berhubungan dengan perkembangan dan tren dunia penerbangan skala lokal dan internasional, sehingga lulusannya akan siap berkompetisi secara global” tambah Aimee.

Selanjutnya

Ilustrasi kabin pesawat (Pixabay)
Ilustrasi kabin pesawat (Pixabay)

Program Aviasi yang ditawarkan USG dan FlyBest terdiri dari tiga jalur studi yaitu pertama untuk Calon Pilot (Cadet) yaitu program integrase Pilot License Program dan Bachelor of Business (Aviation). Sedangkan yang kedua program dibuka untuk Professional Pilot yang ingin meningkatkan ijin terbang ke Air Transport License (ATPL) dan mendapatkan Bachelorof Business (Aviation) untuk menunjang karir di dunia penerbangan masa depan.

Sedangkan yang ketiga Executive Development Program yaitu program khusus untuk Kapten Pilot yang ingin mendapatkan gelar Master of Science (International Management), dari TeessideUniversity UK, yang dapat dipergunakan untuk modal bekerja di manajerial tingkat tinggi industri aviasi baik manajemen penerbangan atapun bandara.

“Prospek karir dalam dunia Aviasi ini sangat menggiurkan dan bukan hal mudah yang dapat diraih semua orang, karena maskapai penerbangan terutama yang jangkauan internasional memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1,500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor. Di sinilah peran penting kami, untuk membantu siswa memenuhi syarat maskapai maupun jasa aviasi internasional ini dari kedua sisi baik akademis dan non-akademis atau pengembangan softskills”, sambung Aimee.

Selanjutnya

Ilustrasi marshaller si juru parkir pesawat. (dok. pexels/Sunyu Kim)
Ilustrasi marshaller si juru parkir pesawat. (dok. pexels/Sunyu Kim)

Sementara itu Reza Suriansha selaku Direktur STIE UniSadhuGuna menambahkan, UniSadhuGuna menjalankan program studi yang mengunakan metode Professional Development, Real – project dan Problem Based Learning untuk pembelajaran yang lebih efektif, sehingga siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga dapat mempraktekan teori tersebut dengan baik di dunia nyata.

“STIE UniSadhuGuna menjalankan setiap program berdasarkan kegiatan diskusi, eksperimen, demo atau simulasi, yang dapat memberikan kesempatan kepada para siswa menjadi termotivasi bergerak lebih maju,” kata Reza. “Terutama dengan program kurikulum merdeka yang dikeluarkan oleh pemerintah, STIE UniSadhuGuna pun berkesempatan mengeluarkan program studi yang mendukung kemajuan pendidikan aviasi di Indonesia,” tambah Reza.

Ia menambahkan, UniSadhuGuna yang sudah berkecimpung dalam dunia pendidikan selama lebih dari 26 tahun akan terus meningkatkan performa dan dedikasi dalam pengembangan inovasi-inovasi program pendidikan sesuai dengan kebutuhan market yang terus berjalan dengan menggunakan pendekatan yang terintegrasi dalam menanggapi minat para pelajar Indonesia.

“Dengan beragam program pendidikan yang ditawarkan, UniSadhuGuna terus mendorong para siswa menjadi individu yang aktif dan kompetitif. Ini merupakan tantangan bagi kami bukan hanya dari sisi para siswa namun juga jajaran akademik yang terlibat di dalamnya untuk dapat menjadi acuan yang berkualitas dalam membangun karakter, menjadi individu yang aktif, memperkuat kepercayaan diri para siswa dalam pengembangan kemampuan dan pengetahuan secara menyeluruh”, ujar Reza.

Program USG FlyBest menawarkan kurikulum pembelajaran dunia nyata yang mengarah dengan kebutuhan industri penerbangan. Serangkaian kegiatan praktikal seperti ini akan membawa para siswa untuk belajar bukan hanya secara teoritikal namun juga terjun langsung ke lapangan dengan kunjungan ke berbagai industri yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Selain itu pembelajaran juga melibatkan para pakar industri yang menjadi salah satu pendukung dalam proses studi, agar para siswa mendapatkan masukan serta saran dari pengalaman-pengalaman mereka secara langsung.