Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Apa Sebenarnya Itu?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbicara tentang perawatan kulit awet muda, salah satu bahan andalan yang sering kali muncul adalah kolagen. Itu sering kali dijelaskan berperan besar dalam melawan tanda-tanda penuaan pada kulit.

Melansir SCMP, Rabu, 13 Oktober 2021, komposisi kulit biasanya melibatkan banyak protein, dan kolagen adalah pembentuk sepertiga dari struktur protein tubuh. Bahan ini membuat seseorang tetap bergerak dan bugar.

Ini termasuk membangun tulang, otot, kulit, pembuluh darah, pembekuan darah saat dibutuhkan, serta menjaga kulit tetap sehat dan elastis. Kolagen adalah perekat yang menyatukan tulang dan organ.

Tak pelak, seiring bertambah usia, manusia umumnya mulai kehilangan lebih banyak kolagen dari yang dihasilkan. Akibatnya, kulit jadi lebih mudah kusam, cenderung kendur, bahkan keriput.

Sebagian besar kolagen kulit terletak dan diproduksi di dermis, lapisan kulit tepat di bawah epidermis dan di atas jaringan subkutan. Sel-sel kulit di sana memproduksi molekul kolagen yang kemudian membangun anatomi dasar kulit manusia.

Serat kolagen biasanya sangat besar, karena terbuat dari ribuan molekul kolagen kecil yang melekat satu sama lain. Itulah salah satu alasan utama mengoleskan kolagen pada kulit mungkin tidak bermanfaat seperti yang Anda pikirkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Efektivitas Skincare Berkolagen?

Ilustrasi Perawatan Wajah di Malam Hari/credit: pexels
Ilustrasi Perawatan Wajah di Malam Hari/credit: pexels

Ini tidak berarti Anda harus membuang semua krim dan serum kolagen Anda. Jika menikmati teksturnya dan membantu kulit terasa dan terlihat lebih baik, tidak ada masalah dengan menjadikannya sebagai bagian dari perawatan kulit harian.

Yang perlu diingat, keuntungan utama yang akan Anda dapatkan adalah hidrasi. Itu sebabnya jika ingin meningkatkan kadar kolagen, para ahli menyarankan menggunakan bahan-bahan yang akan memicu produksi kolagen daripada menggunakan kolagen itu sendiri.

"Bahan yang merangsang produksi kolagen atau menghambat kerusakan kolagen termasuk retinol, peptida, dan antioksidan, seperti vitamin C dan E," kata ahli dermatologi, Dr Zenovia Gabriel.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai merek telah membantu mengedukasi konsumen dengan menjelaskan secara tepat bagaimana kolagen atau produk penambah kolagen bekerja pada kulit. Ada yang meluncurkan krim kolagen, mengungkap bahwa formula di dalamnya termasuk penambah kolagen seperti peptida dan niacinamide.

Sedangkan, kolagen dalam formulasi ada untuk membantu melembutkan dan menghaluskan tekstur kulit. Merek lain langsung meluncurkan produk yang dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat produksi kolagen alami kulit Anda, bahkan tanpa menambahkan kolagen ke dalam formulasinya.

Kehilangan Lebih Sedikit Kolagen

Ilustrasi Produk Skincare Mengandung Kolagen Credit: pexels.com/ops
Ilustrasi Produk Skincare Mengandung Kolagen Credit: pexels.com/ops

Ada banyak cara untuk membantu kulit Anda kehilangan lebih sedikit kolagen atau meningkatkan produksinya. Salah satunya adalah suplemen kolagen, baik bubuk maupun kapsul. Para ahli merekomendasikan suplemen kolagen terhidrolisis yang lebih mudah dikonsumsi tubuh Anda.

Menambahkan beberapa makanan super antioksidan tinggi ke dalam diet Anda juga dapat membantu. "Makanan ini adalah penyerap radikal oksigen bebas, seperti likopen (tomat), vitamin C (produk jeruk), teh hijau (matcha), blueberry, dan kenari," kata Zenovia, yang juga merekomendasikan menambahkan asam lemak omega 3 ke dalam diet Anda.

"Peradangan merusak semua proses seluler, termasuk kerusakan kolagen. Oleh karena itu, efek anti-inflamasi omega yang kuat membantu tubuh pulih dari kerusakan ini," tuturnya.

Cara lain yang membantu menghindari hilangnya kolagen adalah memakai tabir surya secara teratur. Seiring berjalannya waktu, sinar UV meruntuhkan kolagen dan elastin, menyebabkan hilangnya elastisitas dan mengurangi kemampuan kulit berkontraksi setelah peregangan, yang menyebabkan kulit kendur dan keriput.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel