[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kajian Kemungkinan Dosis Ketiga Vaksin COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pada pertengahan Maret 2021 ini beberapa media tanah air mengkutip penyataan pimpinan perusahaan vaksin Sinovac bahwa mereka sedang mengkaji kemungkinan pemberian dosis ketiga untuk meningkatkan lagi efektifitas kerjanya, mungkin termasuk terhadap varian-varian baru virus SARS CoV2 penyebab COVID-19.

Hasil analisa kajian ini akan dilaporkan begitu hasilnya sudah lebih jelas. Sebenarnya analisa tentang kemungkinan pemberian dosis ke tiga berbagai jenis vaksin COVID-19 sudah mulai dibicarakan sejak awal tahun ini, jadi bukan hanya pada vaksin Sinovac yang sudah kita kenal luas ini.

Pada akhir Februari 2021 Pfizer-BioNTech juga sudah mengumumkan bahwa mereka akan memulai penelitian untuk pemberian dosis ketiga vaksin mereka dalam waktu sebulan ini. Sementara ini mereka akan melakukan penelitian pemberian dosis ketiga ini pada peserta uji klinik yang sudah menerima dosis ke dua vaksin Pfizer-BioNTech beberapa bulan yang lalu.

Produsen vaksin ini juga menyampaikan bahwa dari data penelitian mereka sampai akhir Februari 2021, maka antibodi yang dihasilkan sesudah penyuntikan dosis kedua vaksin ini ternyata cukup baik untuk menangani varian baru B.1.1.7, namun kadar antibodinya jadi lebih rendah kalau berhadapan dengan B.1.351. Pihak Pfizer-BioNTech belum menyelesaikan hasil analisa mereka terhadap varian P 1 yang pertama dilaporkan dari Brasil.

Pihak produsen Pfizer-BioNTech menyatakan bahwa sejauh ini mereka belum menemukan laporan dari lapangan tentang gangguan kerja vaksin akibat varian baru. Tetapi mereka mencoba antisipasi saja antara lain dengan melakukan penelitian pemberian dosis ke tiga ini. Disampaikan juga bahwa kalau nanti dosis ketiga ternyata tidak memberi hasil yang memuaskan maka Pfizer juga sudah memulai proses kemungkinan modifikasi dan membuat vaksin baru untuk menangani perkembangan varian baru. Kalau diperlukan maka proses ini hanya akan makan waktu 6 sampai 8 minggu saja.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Alasan ada beberapa orang yang mendapat vaksin ketiga

Di pihak lain, produsen vaksin Moderna menggunakan tiga pendekatan bagi pemberian dosis ketiga untuk antisipasi gangguan efektifitas vaksin akibat varian baru. Pertama, menggunakan vaksin yang lama tetapi dengan dosis yang lebih rendah, menggunakan vaksin yang sudah dimodifikasi dan memberikan kombinasi vaksin lama dengan vaksin yang sudah dimodifikasi.

Penelitian awal vaksin Moderna menunjukkan bahwa varian baru B.1.1.7 tidak mempengaruhi kadar antibodi netralisasi sesudah vaksinasi. Di sisi lain, pada varian B.1.351 ternyata terdapat penurunan kadar antibodi netralisasi sesudah divaksin, walau kadarnya masih memadai untuk memberikan proteksi. Penelitian lanjutan masih dilakukan, sejalan dengan kajian untuk kemungkinan pemberian dosis ketiga vaksin Moderna ini.

Sementara itu, berita dari Uni Emirat Arab menyebutkan bahwa ada sejumlah kecil orang yang nampaknya perlu mendapat suntikan dosis ketiga vaksin Sinopharm. Hal ini dilakukan karena ada data yang menunjukkan bahwa sejumlah kecil mereka yang sudah disuntik vaksin dua kali ternyata tidak menunjukkan respons imun yang memadai. Seperti diketahui secara umum negeri UEA ini dilaporkan sudah memberikan vaksinasi COVID-19 pada 60% sampai 70% penduduknya, angka cakupan nasional yang amat tinggi.

**Penulis adalah Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI/Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca.

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini: