Kolom Prof Tjandra: 7 Langkah India Sukses Vaksin 1 Juta Orang Sehari

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – India pada Kamis 4 Maret 2021 mencatat rekor berhasil memvaksinasi COVID-19 lebih dari 1 juta orang dalam 1 hari. Data Kementerian Kesehatan India sampai pukul 19.00 hari itu tercatat ada 1.093.000 orang yang divaksin sejak pagi harinya. Suatu prestasi yang mengagumkan yang menunjukkan manajemen program vaksinasi raksasa.

Secara total India sudah memvaksinasi 17.700.000 orang sejak mereka memulai vaksinasi COVID-19 pada 16 Januari 2021, 3 hari sesudah Indonesia mulai divaksin, sampai 4 Maret 2021. Suatu jumlah yang amat besar untuk waktu sekitar 1,5 bulan pertama pelaksanaan vaksinasi.

India mentargetkan memvaksinasi 300 juta orang sampai Agustus 2021, dan karena sudah mencapai 1 juta orang di vaksin setiap hari maka mereka optimis target itu akan tercapai.

Ada tujuh hal yang India lakukan yang antara lain membuat mereka dapat memvaksin 1 juta orang dalam satu hari, yaitu:

1. Ketersediaan vaksin

India menggunakan 2 vaksin produksinya sendiri, yaitu Covishield (produksi Serum Institute of India Ltd) dan Covaxin (produksi Bharat Biotech International Ltd). Menurut berita efikasi vaksin ini di atas 80%. Jadi ketersediaan vaksin tidak merupakan masalah sama sekali

2. Vaksinasi di Fasyankes

Vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah (sepenuhnya gratis dan buka sampai jam 18.00) termasuk klinik kesehatan militer, kesehatan semacam BUMN mereka dll, dan juga faskes swasta dengan membayar 250 rupees (Rp 50 ribu) saja walau di RS paling mewah sekalipun

3. Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan lewat App. Kalau tidak berhasil di App maka masyarakat dipersilahkan datang langsung ke fasyankes dengan membawa kartu identitas dan akan diregistrasi petugas, lalu yang datang akan dapat OTP (one time password) di telpon genggamnya utk proses lebih lanjut

4. Jumlah fasyankse banyak

Jumlah Fasyankes pemberi pelayanan vaksinasi banyak sekali tersedia di seluruh pelosok negeri dengan melibatkan sarana kesehatan yang ada, jadi petugas dan sarana sudah relatif tersedia. Masyarakat dapat langsung jalan saja dengan mudah ke fasyankes terdekat rumah/kantor nya utk langsung divaksinasi.

5.Penjelasan Terbuka

Ada penjelasan terbuka tentang berapa orang yang mengalami KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), termasuk berapa yg meninggal serta penjelasan otopsi sebab kematiannya yg dipastikan tidak berhubungan dgn vaksinasi. Ini membuktikan adanya transparansi dan akuntabilitas program vaksinasi yang ada. Tentu juga ada berbagai berita tentang mereka yang tidak ada keluhan apapun sesudah divaksinasi.?

6.Temu Media

Praktis setiap hari Kementerian Kesehatan India melakukan temu media di TV / radio nasional secara rutin untuk menyampaikan perkembangan yang ada dan berkomunikasi secara interaktif dengan media massa.

7.Pendekatan Budaya

Ada juga semacam pendekatan budaya, misalnya kalau seseorang sudah divaksin maka ada yang kemudian membagi kue/ panganan lain ke tetangga dll., katakanlah semacam ungkapan rasa syukur

Tentu apa yang dilakukan di suatu negara belum tentu tepat dilakukan di negara lain, karena situasi dan kondisi antar negara amat beragam. Tetapi setidaknya pengalaman negara lain akan dapat dijadikan salah satu bahan dalam penentuan kebijakan publik.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar Paru FKUI.
Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

Saat ini jumlah kasus COVID-19 masih tinggi, patuhi selalu protokol kesehatan dan lakukan selalu 3M: memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun