Kolom Prof Tjandra: Kesiapan Pelayanan Kesehatan Primer Pasca Lebaran

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kita memasuki hari-hari terakhir libur lebaran tahun ini. Perhatian kini banyak tertuju ke bagaimana masyarakat menghabiskan waktu akhir pekan ini, bagaimana situasi di kampung halaman bagi mereka yang akhirnya mudik juga serta bagaimana antisipasi terhadap arus balik ke kota besar dalam beberapa hari mendatang.

Harus kita sadari bahwa walaupun upaya-upaya pencegahan sudah dilakukan tetapi potensi kenaikan kasus COVID-19 pada minggu mendatang memang perlu diwaspadai dan persiapan di bidang kesehatan perlu dilakukan untuk mencegahnya.

Sudah banyak dibahas bagaimana rumah sakit kita di berbagai daerah sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang harus dilayani. Selain kesiapan rumah sakit maka juga perlu dilakukan persiapan pelayanan kesehatan primer, baik Puskesmas, klinik atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang sehari-hari biasa dikunjungi masyarakat.

Hal ini perlu dilakukan untuk sedikitnya dua tujuan. Pertama, agar masyarakat yang mengunjungi / berkonsultasi ke atau fasilitas pelayanan kesehatan tidak jauh dari rumahnya atau di dalam lingkungan tempat tinggalnya akan mendapat pelayanan yang baik.

Sementara itu, tujuan ke dua adalah agar sedapat mungkin mengupayakan supaya rumah sakit tidaklah terlalu terbebani dengan jumlah kasus yang amat banyak yang sulit dikendalikan.
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi ruang lingkup kesiapan pelayanan kesehatan primer menghadapi kemungkinan kenaikan kasus sesudah libur lebaran ini.

Pertama, bagaimana menangani konsultasi masyarakat tentang COVID-19, ke dua bagaimana sistem rujukan ke rumah sakit kalau diperlukan dan ke tiga adalah bagaimana mereka menangani pasien yang dalam karantina mandiri di rumah masing-masing. Untuk melakukan hal ini maka sedikitnya ada tiga hal yang perlu disiapkan.

Pertama adalah penguasaan daerah kerja oleh Puskesmas/klinik. Perlu ada data lengkap ttg pasien COVID-19 di wilayahnya, yang sedang sakit, yang baru sembuh, yang sudah mendapat vaksin dll. Tentu akan lebih baik lagi kalau juga tersedia data masyarakat yang ada komorbid dan punya risiko tinggi tertular COVID-19.

Persiapan ke dua adalah bagaimana menjaga agar sistem komunikasi dan rujukan tetap terjaga antara fasilitas pelayanan kesehatan primer dengan rumah sakit. Aspek persiapan ini punya tiga area.

Pertama bagaimana sistem yang ada untuk memudahkan kalau petugas kesehatan di layanan primer ingin berkonsultasi dengan para pakar Spesialis di rumah sakit.

Kedua adalah bagaimana sistem rujukan pasien yang akan di kirim ke rumah sakit serta yang sudah kembali dari rumah sakit, atau barangkali ke wisma tertentu yang memungkinkan.

Sistem rujukan ini amat penting dan petugas kesehatan dilayanan primer perlu mendapat informasi yang selalu di update tentang ketersediaan tempat tidur yang tersedia di RS yang dapat dijangkau, dan juga pasien-pasien yang sudah pulang dari RS yang mungkin masih perlu pemulihan di rumahnya.

Area ke tiga adalah hal praktis yang kadang-kadang luput ketika mendadak diperlukan, seperti jaminan kesiapan ambulans, supir, bensin dll agar siap merujuk pasien setiap saat kalau diperlukan.

Hal ke tiga adalah kesiapan ketersedian data surveilans epidemiologik yang terus di perbarui di wilayah kerjanya, dan wilayah kerja tetangga yg berbatasan langsung. Lebih baik lagi kalau mencakup daerah terkait lain, misalnya pasar di luar lingkungan tapi biasa di datangi warga, atau mungkin lokasi wisata dll.

Demi berhasilnya pelayanan kesehatan maka memang semua lini harus disiapkan, baik pelayanan kesehatan primer, sekunder maupun pusat rujukan sebagai pelayanan kesehatan tertier.

Selain itu maka ketahanan kesehatan di masyarakat dan juga orang per orang juga harus terus terjaga, dan ini adalah salah satu tugas dari pelayanan kesehatan primer untuk memeliharanya dengan baik.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI
Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

Saat ini kasus COVID-19 masih tinggi. Tetap patuhi protokol kesehatan dan jangan lupa lakukan 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker
#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel