Kolonel ASB Perwira yang Berprestasi

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Militer TNI Angkatan Laut memberi catatan khusus kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang dilakukan Kolonel Antar Setia Budi (ASB), Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Semarang. Antar ditangkap tim Badan Narkotika Nasional di sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah, saat menggunakan barang haram.

Menurut Kepala Pusat Polisi Militer Angkatan Laut, Laksamana Pertama Gunung Heru, belum pernah ada dalam sejarah TNI AL seorang perwira menengah terjerat kasus narkoba. "Ini yang pertama kali," kata Gunung saat ditemui kemarin malam di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Gunung meminta publik sabar menunggu penyidikan berjalan untuk mengetahui pasal apa yang akan dikenakan Antar. Namun menilik Undang-undang militer dan peradilan militer, Gunung menjanjikan hukuman yang diterima Antar bakal lebih berat ketimbang yang tertera dalam Undang-undang pidana umum. (baca; Polisi Ditangkap BNN)

Meski begitu, PM TNI AL bukan hanya menghukum Antar, tapi juga melakukan upaya rehabilitasi. Untuk perkara yang satu ini, PM tidak bisa apa-apa. Gunung akan mempercayakan proses rehabilitasi kepada BNN. "Untuk itu, kami senantiasa koordinasi dan kerjasama. Sebab yang punya kewenangan untuk rehabilitasi kan BNN."

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, mengaku kecewa dan kaget mendengar kabar penangkapan Antar. Sebab menurut Untung, ASB adalah salah satu perwira menengah yang berprestasi. Terbukti Antar sampai saat ini dua kali menjabat Komandan Lantamal, masing-masing di Yogyakarta dan Semarang. "Kalau bukan orang berprestasi tidak mungkin bisa dua kali menjadi komandan," kata Untung saat ditemui wartawan di kantor BNN, kemarin malam.

Sabtu malam, 27 April 2013. Kolonel ASB diringkus tim BNN di Hotel Ciputra, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di kamar 1003. Saat penggerebekan dia ditemukan sedang menggunakan narkoba jenis sabu. Penangkapan ini bermula saat tim BNN menangkap kurir sabu yang kebetulan anggota Direktorat Intelijen Polda Jawa Tengah berinisial Brigadir RS. Dari tangan Kolonel ASB, tim BNN menemukan sabu seberat 1,5 gram.

INDRA WIJAYA

 

Topik terhangat:

Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga

Inilah Dinasti Politik Partai Demokrat

Susno Duadji Buron

Jika Susno Ditetapkan Buron, Kedaluwarsa 18 Tahun

Casillas ke Arsenal Jika Mourinho Masih di Madrid

Kejagung Buru Buronan Susno Duadji

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.