Kolonel Gor Ishkhanyan Mati Dihantam Roket Azerbaijan

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perang Armenia-Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh (Artsakh) semakin mengganas. Pertempuran hebat pecah di wilayah Khojavand, di mana serangan artileri meriam dan roket Angkatan Bersenjata Azerbaijan berhasil menghancurkan sejumlah peralatan perang pasukan Armenia. Tak hanya itu, seorang perwira Armenia juga terbunuh akibat serangan tersebut.

Kabar tewasnya seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Armenia dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Azerbaijan. Lewat laman Instagram resminya, Kementerian Pertahanan Azerbaijan menyebut nama perwira tinggi militer Armenia itu adalah Kolonel Gor Ishkhanyan.

Ishkhanyan adalah Komandan Resimen Senapan Bermotor ke-37 Angkatan Bersenjata Armenia, yang turun ke medan tempur bersama sejumlah pasukannya. Ishkhanyan dan pasukannya diketahui tengah berlindung di dalam terowongan yang sengaja dibangun untuk pertahanan.

Sayang, nyawa Ishkhanyan tak selamat setelah peluru artileri dan roket-roket militer Azerbaijan secara konsisten menghantam terowongan tersebut. Tak hanya Ishkhanyan, ada sejumlah prajurit Armenia yang ikut tewas dalam insiden tersebut.

"Selama pertempuran ke wilayah terdepan Khojavand, sejumlah besar prajurit tewas akibat tembakan ke tempat perlindungan bawah tanah di posisi Resimen Senapan Bermotor ke-3 dari Divisi Senapan ke-37 Angkatan Bersenjata Armenia," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

"Akibat tindakan yang diambil oleh Pasukan Azerbaijan ke arah ini, Komandan Resimen Senapan Bermotor, Kolonel Gor Ishkhanyan juga tewas," lanjut pernyataan itu.

Serangan dahsyat pasukan Azerbaijan tak hanya menghabisi nyawa pasukan Armenia. Tercatat ada 11 prajurit tentara pemberontak Pasukan Pertahanan Artsakh (Nagorno-Karabakh) yang juga jadi korban serangan artileri pasukan Azerbaijan, sehari sebelum tewasnya Ishkhanyan.

Dari 10 orang tentara pemberontak Republik Nagorno-Karabakh, satu orang diantaranya adalah sukarelawan perang bernama Artak Volodya Atanesyan.