Kolonel Nyabu, KSAL Marah Besar

TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan pimpinan AL amat kaget dan marah ketika mendengar kabar Kolonel Antar Setia Budi (ASB) terjerat narkoba. Bahkan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Marsetyo marah besar hingga memecat Kolonel Antar.

"Sehari setelah kejadian langsung dipecat, beliau sudah di atas taraf marah itu," kata Untung saat dihubungi Tempo, Rabu, 1 Mei 2013. (Lihat: Pengedar Sabu itu Ternyata Perwira Berprestasi)

Menurut Untung, Kolonel Antar adalah anak kesayangan KSAL. Sebab, Antar merupakan salah satu perwira yang kariernya moncer. Kinerja Antar terbilang sempurna, hingga dia diangkat menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut dua kali. Dia pun pernah menjadi Asisten Pribadi KSAL Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto.

Paling menyayangkan, sebentar lagi Antar dipromosikan menjadi perwira tinggi bintang satu, atau Laksamana Pertama. "Sebenarnya sudah saatnya naik, dia kan lulusan tahun 1986, sayang sekali."

Ahad malam, 29 April 2013, Kolonel ASB diringkus tim BNN di Hotel Ciputra, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di kamar 1003. Saat penggerebekan dia ditemukan sedang menggunakan narkoba jenis sabu. Penangkapan ini bermula saat tim BNN menangkap kurir sabu yang kebetulan anggota Direktorat Intelijen Polda Jawa Tengah berinisial Brigadir RS. Dari tangan Kolonel ASB, tim BNN menemukan sabu seberat 1,5 gram. Cek berita perwira TNI nyabu di sini.

INDRA WIJAYA

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Begini Cara Mengetahui Keberadaan Susno Duadji

May Day, Ini 7 Tuntutan Buruh

Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah

Kadin Pecat Pengusaha Oesman Sapta Odang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.