Kolonel Priyanto Divonis Seumur Hidup, Ini Reaksi Keluarga Sejoli Korban Tabrak Lari

Merdeka.com - Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur, Selasa (7/6) memvonis bersalah Kolonel Inf Priyanto dan dijatuhi hukuman mati juga pemecatan.

Etes, ayah Handi Saputra yang menjadi korban pembunuhan berencana kecelakaan di Nagreg, Bandung, Jawa Barat mengatakan bahwa hingga saat ini memang belum ada satupun keluarga terdakwa yang datang ke rumahnya untuk minta maaf.

"Jika ada yang datang kami akan menerima dan memaafkan. Pihak keluarga pelaku kan tidak tahu perbuatan terdakwa, tapi sampai saat ini tidak ada yang datang," kata Entes, Rabu (8/6).

Meski begitu, Etes mengaku bersyukur atas vonis hukuman seumur hidup dan pemecatan yang dijatuhkan terhadap terdakwa Kolonel Inf Priyanto. Warga Cijolang, Limbangan, Garut, Jawa Barat ini menyebut bahwa ia menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur itu.

"Menerima putusan seumur hidup. Mungkin sudah sesuai dengan perbuatannya," sebutnya.

Selain dirinya, Etes juga mengatakan bahwa istrinya, Suryati juga kini bersikap yang sama. Sebelumnya, ibunda dari Handi Saputra itu sempat menolak atas vonis seumur hidup yang dijatuhkan karena berharap agar terdakwa dihukum mati.

"Puas enggak puas, ya namanya kita mengikuti hukum yang ada. Kalau ibu kemarin-kemarin maunya hukuman mati, tapi karena negara kita negara hukum, ya ibu mengikuti saja," katanya.

Majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana kecelakaan dua sejoli di Nagreg, Jawa Barat, Kolonel Inf Priyanto

"Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," kata hakim ketua, Brigjen Farida Faisal saat bacakan putusan, di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur, Selasa (7/6). [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel