Kolonel Priyanto Hari Ini Hadapi Vonis Kasus Pembunuhan Sejoli di Nagreg

Merdeka.com - Merdeka.com - Kolonel Priyanto hari ini menjalani sidang vonis kasus dugaan pembunuhan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Kolonel Priyanto akan menghadapi sidang vonis di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Timur, Selasa (7/6).

"Vonis Selasa 7 Juni," kata Oditur Militer Tinggi II Jakarta, Kolonel Sus Wirdel Boy saat dikonfirmasi.

Adapun dalam perkara ini, Wirdel selaku Oditurat yang dalam tuntutannya telah meminta majelis hakim menjatuhkan Kolonel Priyanto hukuman seumur hidup akan menyerahkan sepenuhnya vonis kepada hakim.

"Kita lihat nanti ya," tutur dia.

Kolonel Priyanto Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Untuk diketahui jika Oditurat Militer Tinggi II Jakarta menuntut terdakwa Kolonel Priyanto dengan hukuman penjara seumur hidup atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Kedua korban kemudian dibuang ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

"Selanjutnya kami memohon agar majelis Pengadilan Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman terhadap kolonel Infantri Priyanto dengan pidana pokok penjara seumur hidup," kata Wirdel saat pembacaan draft tuntutan, di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, pada Kamis (21/4).

Selain pidana pokok, Oditurat juga meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pemecatan terhadap Kolonel Priyanto dari Instansi TNI AD. Tuntutan ini telah mempertimbangkan hal di antaranya yang meringankan yakni terdakwa selama persidangan telah terus terang yang mempermudah jalannya persidangan.

"Terdakwa belum pernah dihukum, dan terdakwa telah menyesali perbuatannya," kata Wirdel.

Sementara hal yang memberatkan terdakwa dalam melakukan tindak kejahatan pidananya turut melibatkan anak buahnya yaitu Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Sholeh.

Adapun tuntutan hukuman penjara seumur hidup yang diminta Oditurat ini telah meyakini jika Terdakwa Kolonel Priyanto turut terbukti sebagaimana dalam seluruh dakwaan.

Pertama Pasal Primer 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penyertaan Pidana, Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider pertama Pasal 328 KUHP tentang Penculikan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, subsider kedua Pasal 333 KUHP Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider ketiga Pasal 181 KUHP tentang Mengubur, Menyembunyikan, Membawa Lari, atau Menghilangkan Mayat dengan Maksud sembunyikan kematian jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel