Kolonel Vaginak Dipecat, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemecatan Komandan Pasukan Penjaga Perbatasan Layanan Keamanan Nasional Armenia, Kolonel Vaginak Sarkissian, menjadi salah satu bukti salah satu negara pecahan Uni Soviet berada di ambang kekalahan. Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Azerbaijan tengah menyiapkan senjata dahsyat untuk mengusir pasukan militer Armenia dari Nagorno-Karabakh (Artsakh).

Dalam berita VIVA Militer sebelumnya, Presiden Armenia, Armen Sarkissian, mengonfirmasi pencopotan jabatan Vaginak. Meski tak dijelaskan secara detail alasan mengapa Vaginak didepak, sejumlah pengamat militer yakin Vaginak dianggap gagal mempertahankan pendudukan pasukan Armenia di wilayah perbatasan Azerbaijan-Iran.

Padahal, pendudukan pasukan Angkatan Bersenjata Armenia di wilayah perbatasan Azerbaijan-Iran sudah berlangsung selama hampir 20 tahun.

Setelah genap satu bulan Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus di Nagorno-Karabakh, perjanjian gencatan senjata sepertinya hanya dianggap angin lalu. Pasalnya, meski sudah ada tiga kali pertemuan dan kesepakatan gencatan senjata tetap saja pertempuran berlangsung.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Armen Press, Armenia menuding pasukan Azerbaijan kembali melakukan pelanggaran saat kesepakatan gencatan senjata kembali disepakati, pukul 08.00, Senin 26 Oktober 2020.

Dalam keterangan yang diberikan juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Mayor Shushan Stepanyan, pasukan Azerbaijan menembaki basis pasukan Armenia yang didukung Pasukan Pertahanan Artsakh di sejumlah wilayah Nagorno-Karabakh

Sebaliknya, Azerbaijan juga memiliki bukti bahwa pasukan Armenia dan Artsakh lah yang kembali mengkhianati kesepakatan. Lewat pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Armenia mengungkap serangan peluncur roket ganda BM-30 Smerch MLRS ke kota Terter di hari yang sama.

"Pada 26 Oktober pukul 18:15, musuh menembaki kota Terter dengan Smerch MLRS," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Menyikapi hal ini, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, kembali menebar ancaman kepada Armenia. Aliyev memastikan akan menggunakan sejumlah unit jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Turki (THK) yang sudah berada di Azerbaijan.

"Mereka bertanya kepada saya tentang mengapa F-16 Turki ada di sini. Saya lelah menjawab. Semua orang tahu bahwa F-16 sedang menanti. Mereka didatangkan ke sini untuk latihan, dan saudara-saudara Turki kami menahan mereka di sini untuk mendapatkan dukungan moral," ucap Aliyev.

"Mereka akan melihat F-16 itu jika ada serangan eksternal terhadap kami," kata Aliyev dikutip VIVA Militer dari duvaR.english.

Baca juga: Kolonel Vaginak Dipecat Gara-gara Pasukan Armenia Kalah Perang