Kolong Jembatan Kedungkandang Malang Bakal Disulap Jadi Fasum

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang tengah menyusun desain tiga fasum yang akan menunjang kegiatan di bawah jembatan Kedungkandang.

Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, tiga fasum tersebut nantinya bisa dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan, seperti halnya olahraga.

"Desainnya sudah. Nanti ada Skatepark, kemudian mini basketball dan satunya ada lokasi kuliner yang diadaptasi seperti halnya pujasera ya," ujar Ida, Rabu (23/6/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Ida mengungkapkan, skatepark dan mini basketball yang digunakan untuk 3 on 3 tersebut memang berukuran minimalis sebagai penunjang pemanfaatan lahan kosong di bawah jembatan.

"Tempatnya kan tidak begitu luas ya. Nanti lapangan basketnya itu midle (3 on 3) dan ditambah parkir sudah kami siapkan juga," ungkapnya.

Adanya lokasi kuliner dengan adaptasi pujasera yang berada di sekitaran bawah jembatan, diharapkan bisa memberdayakan para pedagang asli penduduk sekitar Kedungkandang Malang.

Kemungkinan, pembangunan skatepark dan mini basketball bakal ditambahkan pernak-pernik yang bisa menunjang lokasi agar lebih bagus lagi.

"Dikemas dengan baik pastinya. Sehingga dengan lokasi yang menarik, nanti para SDM bisa memanfaatkannya dengan baik juga," katanya.

Kepala DPUPRPKP Terima Desain

Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menyebutkan telah menerima desain tata letak pembangunan tiga fasum tersebut dari Disporapar.

Namun, ia berharap dari pihak Disporapar bisa menangani pembangunan tersebut, karena memang itu berada di tugas dan fungsinya.

"Kalau kami kan sudah siapakan lahan. Keamanan lingkungan juga sudah. Walau kami ini tukang bangun, tapi teman-teman (Disporapar) bisalah. Kami yakin dan kami akan mendampingi secara teknis," tuturnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel