Komandan KRI Nanggala Jebolan Sesko Hamburg, Fasih Bahasa Jerman

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pencarian Kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus dilakukan. Kapal Nanggala hilang kontak saat mengikuti latihan di perairan utara Bali pada Rabu, 21 April 2021. Diduga kapal terjebak di wilayah laut dalam sebelah utara Bali.

KRI yang dinahkodai Letkol (P) Heri Oktavian merupakan kapal selam buatan Jerman tahun 1978 dari galangan Howaldtswerke- Deutsche Werft (HDW) yang telah diakuisisi ThyssenKrupp Marine System (TKMS) sebagai Holding Company.

KRI Nanggala-402 merupakan satu dari 5 kapal selam yang dimiliki oleh armada TNI Angkatan Laut RI.

Menilik karir Letkol Laut (P) Heri Oktavian, perwira menengah ini mencatat banyak prestasi dalam perjalanan karir militernya.

Lulusan Akademi Angkatan Laut 2002 ini sempat menjabat sebagai komandan Sekolah Awak Kapal Selam atau Dansekasel di Pusat Pendidikan Khusus sejak November 2019. Heri dilantik menjadi komandan KRI Nanggala-40 pada 2020.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa Heri Oktavian memiliki kemampuan berbahasa Jerman dengan baik. Keahlian ini ia dapatkan saat menempuh pendidikan Sekolah Komando dan Staf Internasional di Hamburg Jerman atau dikenal dengan Fuehrungsakademie der Bundeswehr selama 2 tahun.

Dari informasi VIVA di Jerman, Heri dan dua rekannya dari Angkatan Darat dan Udara tiba di Jerman pada Agustus 2017. Selama 2 semester, Heri Oktavian yang saat itu masih berpangkat Mayor, bersama 2 rekannya tersebut belajar bahasa Jerman secara intensif di kota Huerth. Tepatnya di Bundessprachenamt atau Pusat Bahasa Militer Jerman.

Setelah lulus sekolah Bahasa, Heri menempuh pendidikan Sesko atau Sekolah Komando dan Staf Bundeswehr Jerman, Fuehrungsakademie der Bundeswehr, di kota Hamburg. Sesko Internasional ini diikuti oleh perwira-perwira terpilih dari seluruh dunia. Heri menyelesaikan Sesko Jerman pada Juni 2019, lalu kembali ke Tanah Air.

Selama berada di Jerman, Heri Oktavian sempat mengikuti berbagai kegiatan militer terutama Angkatan Laut Jerman yang bersifat perkenalan, pendalaman dan monitoring, untuk mendalami studinya.

Heri Oktavian juga sempat mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan RI di Wisma Duta Berlin pada 2017. Saat itu ia berperan sebagai komandan kompi. Dimana saat itu inspektur upacara dijabat oleh Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman saat itu, Fauzi Bowo.

Media-media Jerman saat ini mengikuti perkembangan misi penyelamatan KRI Nanggala-402. Begitu pula segenap siswa dan pengajar Sekolah komando tempat Heri Oktavian menuntut ilmu di Hamburg, Jerman.

Kapal selam KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak saat gladi resik untuk latihan di Perairan Bali pada Rabu, 21 April 2021. Hingga saat ini, pencarian kapal selam tersebut masih dilakukan.

TNI telah membentuk posko pusat krisis pencarian KRI Nanggala-402 di Markas Komando Armada II di Surabaya dan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, yang lokasinya berdekatan dengan titik yang diduga menjadi tempat terakhir KRI Nanggala hilang kontak.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan, saat ini sebanyak lima kapal perang dan satu unit helikopter telah dikerahkan ke Selat Bali untuk membantu proses pencarian KRI Nanggala-402.

"Sebagai informasi, terdapat beberapa KRI yang sudah dikerahkan, saat ini ada 5 KRI dan satu helikopter dengan kekuatan lebih dari 400 orang yang ikut melaksanakan pencarian," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad saat menyampaikan perkembangan pencarian KRI Nanggala-402 di Bali, Kamis, 22 April 2021.

Laporan: Miranti Hirschman/Jerman