Komandan Lantamal III Datangi Kediaman Awak KRI Nanggala 402

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komandan Pangkalan Utama Militer Angkatan Laut (Lantamal) III, Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq hari ini mengunjungi kediaman almarhum Kolonel Laut (E) Anumerta Irfan Suri di Bogor, Jawa Barat.

Kolonel Laut (E) Anumerta Irfan Suri ini adalah salah satu prajurit terbaik bangsa yang ikut dalam pelayaran KRI Nanggala 402 untuk mendukung latihan penembakan Torpedo di perairan laut Utara Bali pada hari Rabu, 21 April 2021 lalu. Dalam kesehariannya almarhum Kolonel Laut Irfan Suri bertugas di Dinas Materiel Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) TNI Angkatan Laut.

Kedatangan Komandan Lantamal III itu dilakukan dalam rangka memberikan penghormatan serta dukungan moral kepada keluarga almarhum Kolonel Laut Irfan Suri.

Dalam kunjungannya itu, Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq telah memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan sebagai bentuk perhatian dari TNI Angkatan Laut, dengan menyerahkan bahan kontak dan tali asih kepada keluarga yang diwakili oleh Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Teguh Gunawan dan diterima langsung oleh Istri almarhum Kolonel Laut (E) Anumerta Irfan Suri, Amalia Ayuni dan keluarganya.

"Kami berharap bentuk perhatian yang merupakan penghormatan yang diberikan TNI Angkatan Laut, Bangsa dan Negara ini dapat menguatkan dan bisa bermanfaat bagi keluarga. Kami memberikan semangat dan doa terbaik, mudah-mudahan Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi para kusuma bangsa yang telah gugur dalam tugas," kata Danlantamal III Brigjen TNI Umar Farouq, Selasa, 27 April 2021.

Pada hari yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono juga mendatangi kediaman keluarga almarhum Kolonel Laut Irfan Suri.

Kedatangan KSAL bersama rombongan juga dilakukan untuk memberikan semangat kepada keluarga besar almarhum Kolonel Laut Irfan agar tetap bersabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini.

"Kami turut berduka cita yang sangat mendalam dan tidak menyangka musibah ini terjadi," kata KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dalam keterangan resminya.

Sebagaimana diketahui, pada hari Rabu, 21 April 2021 lalu kapal selam KRI Nanggala 402 telah mengalami insiden hilang kontak (Submiss) ketika hendak melakukan latihan penembakan Torpedo di wilayah utara Pulau Bali atau Selat Bali.

KRI Nanggala 402 membawa 53 awak kapal yang terdiri dari 49 orang prajurit TNI Angkatan Laut, tiga orang Arsenal, serta satu orang PNS Angkatan Laut.

Sejak hilangnya KRI Nanggala 402, operasi pencarian dan penyelamatan pun langsung digelar secara besar-besaran dengan melibatkan seluruh kekuatan TNI Angkatan Laut, Basarnas, KNKT, BPPT, Polri, serta beberapa militer negara sahabat seperti Angkatan Bersenjata Singapura, Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Namun, pada hari Sabtu, 24 April 2021, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memantau secara langsung proses pencarian telah meningkatkan status KRI Nanggala 402 sebagai Subsunk (tenggelam) dengan demikian orang nomor satu di jajaran TNI itu mengatakan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 telah gugur di kedalaman 830 meter perairan utara Pulau Bali.

Baca: Tangis Haru Brigjen TNI Fauzi Ketika Melihat Anak Letkol Laut Irfan