Kombes Ady Bawa Peti Mayat Pratu Rizky yang Didor Bripka Cornelius

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit Satu (Pratu) TNI Martinus Kardo Rizky Sinurat tewas mengenaskan. Dia tewas akibat ditembak oleh Brigadir Kepala atau Bripka Cornelius Siahaan di RM kafe yang berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat Kamis dini hari.

Saat itu, Cornelius dalam keadaan mabuk. Dia emosi ketika ditagih pembayaran makanan dan minuman di kafe tersebut yang totalnya mencapai Rp3,3 juta. Emosi, Cornelius malah mengambil senjata miliknya dan menembakan ke beberapa orang, tiga meninggal dunia dan satu luka-luka.

Jenazah Rizky diketahui dibawa ke RS Polri usai kejadian berdarah tersebut. Malamnya, saat keluarga mau mengambil jasad prajurit TNI tersebut, Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo bersama dengan Dandim Jakarta Barat dan anggota lainnya bergegas membawa peti jenazah Pratu Rizky untuk diserahkan kepada keluarganya.

Momen Haru terlihat saat keluarga menerima peti jenazah tersebut. Ady sebagai pemimpin wilayah Jakarta Barat turut berduka atas kejadian ini. Tak ada pernyataan yang disampaikan Ady usai menyerahkan peti mayat tersebut. Nampak dalam foto tersebut banyak prajurit TNI lainnya yang melepas kepergian Pratu Rizky di RS Polri.

Seperti diketahui, Cornelius yang merupaan Buser Polsek Kalideres Jakarta Barat itu langsung ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka usai kejadian tersebut.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran meminta maaf kepada semua pihak akibat ulah anak buahnya itu. Dia meminta agar tetap tenang lantaran Cornelius sudah diproses hukum sesuai perbuatannya.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya, selaku atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD," kata Fadil kemarin.

Proses hukum berjalan. Fadil mengaku tetap solid dengan TNI. Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol (Arh) Herwin Budi Saputra menyebut Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdulrachman minta seluruh prajurit TNI tidak membuat atau termakan isu yang berkembang akibat tewasnya anggota TNI AD bernama Prajurit Satu Martinus Kardo Rizky Sinurat yang ditembak oleh oknum anggota polisi Bripka CS.

"Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di ibu kota," ujar Herwin di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Kamis 25 Februari 2021.