Kombes Agus Nurpatria Jalani Sidang Etik Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri melaksanakan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) perkara Obstruction of Justice dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dengan tersangka Kombes Agus Nurpatria (ANP) selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri.

"Update hari ini Sidang Komisi Kode Etik akan digelar barusan tadi sekitar jam 10.10 WIB dengan terduga pelanggar atas nama KBP ANP. Untuk pimpinan sidang yaitu Pak Irwasum, kemudian untuk wakilnya Pak Karo Wabprof," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/9).

Menurut Dedi, akan ada kesaksian dari 14 orang dalam sidang tersebut untuk tersangka Kombes Agus Nurpatria. Adapun Pasal yang disangkakan yakni Pasal 13 ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf c, Pasal 8 huruf c angka 1, Pasal 10 ayat 1 huruf b, dan Pasal 10 ayat 1 huruf F, Perpol nomor Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

"Ini nanti akan diuji oleh Hakim Komisi dan juga menggali pemeriksaan para saksi dan juga barang bukti yang dihadirkan oleh penuntut di Sidang Komisi Kode Etik ini, Insyaallah malam nanti atau pagi dini hari nanti akan disampaikan langsung diputus hasilnya oleh Sidang Komisi Kode Etik," jelas dia.

Dedi mengatakan, Kombes Agus Nurpatria melanggar beberapa Pasal yakni selain merusak barang bukti CCTV ada pula pelanggaran lain pada saat olah TKP.

"Jadi satu orang itu bisa melanggar beberapa pasal yang disangkakan oleh tim dari Itsus maupun dari Propam. Ini semuanya dibuktikan nanti di proses persidangan kode etik. Dalam obstruction of justice ada yang merusak barang bukti, melakukan ketidakprofesionalan di TKP, menambahkan barbuk di TKP, dan sebagainya," katanya.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [eko]