Kombes Leonardus Jadi Orang Tua Asuh Mahasiswa Papua di Malang

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kapolres Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata dinobatkan sebagai orang tua asuh oleh para pelajar atau mahasiswa Papua yang berada di Malang, Jawa Timur. Padahal, Kombes Leonardus sempat dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ke Divisi Propam Polri.

Kombes Leonardus Simarmata mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Papua atas penobatan sebagai orang tua asuh. Dengan begitu, Leonardus mengajak mereka untuk sama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa Papua. Kita lihat di sini ada Garuda Pancasila, ada foto Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Makruf Amin. Hal ini menunjukkan bahwa kita merah putih, kita NKRI, dan kita rawat kebhinekaan serta silaturahmi kita," kata Leonardus melalui keterangannya pada Senin, 12 April 2021.

Ia berharap dengan adanya orang tua asuh ini yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang, dan Dandim 0833 Kota Malang dapat menjaga anak-anak pelajar atau mahasiswa Papua yang berada di Kota Malang.

"Ke depan untuk kegiatan oleh Pemkot Malang maupun oleh DPRD Kota Malang, kita bersatu bersama adik-adik mahasiswa ini. Inilah salah satu bentuk nyata yang kita lakukan kepada adik-adik Papua," ujarnya.

Oleh karena itu, Leonardus mengingatkan kepada pelajar atau mahasiswa Papua untuk tidak sungkan menyampaikan apapun kendala yang dialami di Kota Malang. Menurut dia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang akan siap membantunya.

"Jangan sungkan dan ragu apapun kendala yang dialami pelajar atau mahasiswa Papua di Kota Malang, bisa sampaikan kepada kami khususnya kepada saya (Kapolresta Malang)," jelas dia.

Sementara perwakilan mahasiswa Papua, Eki Kurube mengatakan keberadaan mereka di Malang tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah Papua saja, melainkan juga tanggungjawab pemerintah setempat dalam hal ini Kota Malang, Jawa Timur.

"Ke depannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Malang, bisa melibatkan kami dalam kegiatan pemerintah daerah dan edukasi para mahasiswa Papua dan Papua Barat," katanya.

Untuk itu, Eki Kurube mengingatkan kepada adik-adik dari Wondama Papua Barat agar berpartisipasi menjaga keamanan di Kota Malang. Tentu, tujuan utamanya belajar mengingat anak rantau. "Kita harus banyak belajar, diskusi dan membaur dengan teman-teman disini. Terima kasih kepada Forkopimda Kota Malang atas kegiatan ini," tandasnya.

Diketahui, Aliansi Mahasiswa Papua melaporkan Kapolres Malang, Kombes Leonardus Simarmata ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri dengan surat pengaduan propam (SPSP2) Nomor: SPSP2/815/III/2021/ Bagyanduan, tertanggal 12 Maret 2021. Kombes Leo diduga melakukan ujaran rasis dan diskriminatif terhadap beberapa mahasiswa Papua di Malang.

Sementara Leonardus mengklarifikasi video yang beredar itu. Dia menyebut bahwa video itu tidak utuh alias dipotong. Menurutnya, kejadian malam itu, demonstran mencoba merangsek masuk ke dalam halaman Polresta Malang Kota.

"Saya sudah sampaikan bahwa itu videonya dipotong. Itu videonya dipotong jadi yang benar adalah mereka mencoba merangsek masuk ke dalam satuan saya," kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, pagar Mapolresta Malang Kota telah ditutup. Tetapi demonstran memaksa masuk. Dia sudah mengimbau demonstran untuk tidak memaksa masuk. Karena mereka menuntut teman mereka yang ditahan segera dilepaskan. Selain itu, aksi demonstrasi dilakukan malam hari.

"Itu kan pintu ditutup. Mereka memaksa masuk, itu yang terjadi. Jadi itu video dipotong sama dia. Karena mereka memaksa masuk saya katakan tidak boleh masuk. Kalau kamu masuk itu ada aturannya. Kami ada SOP (standar operasional prosedur)," ujarnya.

Baca juga: Kapolres Malang Dilaporkan ke Propam