Kombinasi Madu dan Habbatussauda Meringankan Gejala COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemerintah telah menetapkan kembali menerapkan PPKM di beberapa daerah di Tanah Air yang menandakan bahwa pandemi COVID-19 belum usai. Meski vaksinasi telah disebarluaskan, namun penting untuk tetap menjalani protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh.

Pentingnya menjaga imunitas tubuh bukan saja agar tak terpapar COVID-19 usai vaksin, namun juga membantu lebih mudah pulih meski tengah terinfeksi virus tersebut. Untuk membantu imunitas, dilakukan dengan berbagai cara seperti menjaga pola makan, mengatur durasi istirahat dan tidur, hingga mengonsumsi herbal dari madu dan habbatussauda.

Asupan Herbal untuk Daya Tahan Tubuh

Konsumsi madu dan habbatussauda (jinten hitam) berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, serta baik untuk dijadikan terapi tambahan selama masa pandemi. Kombinasi madu dan habbatussauda juga terbukti efektif mempercepat proses pemulihan pada pasien COVID-19, yang dapat dikonsumsi secara praktis melalui Kojima.

Menurut Tim Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Afifah K. Vardhani, M.Si., hingga saat ini belum ada protokol pengobatan yang efektif dalam mengelola infeksi COVID-19. Namun, beberapa herbal seperti habbatussauda terbukti memiliki potensi terapeutik terhadap infeksi virus, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada pasien COVID-19.

"Habbatussauda mengandung senyawa aktif utama yaitu thymoquinone yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, anti mikroba, dan imunomodulator. Herbal yang terkenal dengan julukan ‘Penyembuh Segala Macam Penyakit’ ini juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun, mengurangi respon peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis Kojima, Senin 30 Agustus 2021.

Lebih dalam, dokter Afifah menuturkan bahwa berdasarkan studi in vitro di Mesir, thymoquinone pada habbatussauda menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, serta mampu menghambat replikasi virus. Sementara itu, konsumsi madu selama masa pandemi juga dapat menjadi terapi tambahan COVID-19.

"Uji praklinik menyebutkan bahwa chrysin dan kaemferol membantu menghambat peradangan pada paru-paru. Penelitian di Pakistan juga menunjukkan kombinasi habbatussauda dan madu efektif mempercepat pemulihan pasien COVID-19," jelasnya.

Kombinasi Habatussauda dan Madu Meringankan Gejala COVID-19

Studi in vitro menunjukkan komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus. Untuk Studi di Pakistan, dilakukan pada tanggal 30 April – 29 Juli 2020, terhadap 313 pasien yang menderita COVID-19, di mana 210 pasien menderita gejala sedang dan 103 pasien menderita gejala berat.

Studi dilakukan multisenter, terkontrol plasebo, dan secara acak. Sebanyak 157 pasien diberikan terapi tambahan (di luar obat konvensional yang diberikan) berupa habbatussauda (80 gr/ kbBB/ hari) yang dikombinasikan dengan madu (1 gr/kgBB/ hari). Sedangkan 156 pasien lainnya hanya diberikan obat konvensional dan plasebo.

"Hasil menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan terapi tambahan habbatussauda dan madu mengalami peringanan gejala lebih cepat dibandingkan pasien plasebo (gejala sedang 4 hari vs 6 hari; gejala berat 6 hari vs 13 hari)," tuturnya.

Selain itu, kombinasi keduanya ampuh sebagai pembersihan virus lebih cepat (gejala sedang 6 hari vs 10 hari, gejala berat 8,5 hari vs 12 hari). Serta mengurangi angka kematian pada pasien gejala berat sebanyak 4 kali lebih rendah.

"Kandungan madu dan habbatussauda dalam Kojima berfungsi sebagai imunostimulan yang memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta phytonutrients sebagai penambah nutrisi alami juga telah dibuktikan oleh Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada," ujar Astrid Adelaide selaku Senior Brand Manager Kojima.

Mengutip dari jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology yang dilakukan oleh University of Technology Sydney (UTS) Australia, disebutkan bahwa kandungan thymoquinone dalam habbatussauda memiliki potensi menghentikan virus Corona. Semakin banyak studi pemodelan yang membuktikan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella Sativa, lebih dikenal sebagai Fennel Flower, dapat menempel pada protein spike virus COVID-19 dan menghambat virus untuk menginfeksi paru-paru dan juga dapat memblokir badai 'sitokin' yang mempengaruhi keparahan pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19.

“Kandungan madu dan habatussauda aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh anak, dewasa maupun lansia. Untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh sebaiknya minum Kojima 2 kali sehari setiap hari,” tutur Dian Nugraha, Head of Marketing PT Deltomed Laboratories.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel