Komentar Menohok Ketum PSSI Soal Kondisi Fisik Timnas U-22

Yudhi Maulana, Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVAPSSI kembali menggelar lanjutan TC dalam persiapan menuju SEA Games 2021 Vietnam. Latihan kali ini digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Rabu sore, 10 Februari 2021.

Latihan hari ini diikuti seluruh pemain yang hadir. Pelatih Shin Tae-yong menggeber Evan Dimas Darmono cs selama dua jam dengan materi penguatan kondisi fisik.

Tak cuma Shin Tae-yong, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga hadir mendampingi. Dia ingin melihat langsung keseriusan para penggawa Garuda ketika mengenakan kostun Timnas Indonesia.

Sayangnya, ada satu hal yang menjadi ganjalan Iriawan. Pria yang sempat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya itu melihat kondisi penggawa Merah Putih masih jauh dari harapan.

Bukan hanya turun. Iriawan menyebut kondisi fisik penggawa Timnas Indonesia anjlok. Penyebabnya tak lain karena tak adanya kompetisi selama setahun terakhir.

"Tim pelatih sampaikan fisik mereka cukup anjlok bahkan bisa dikatakan nol. Saya tanya kenapa? Karena tak ada kompetisi cuma latihan saja sehingga menyulitkan kata Shin Tae-yong jadi tadi dia bilang tolong gulirkan kompetisinya," kata Iriawan kepada wartawan di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga mengungkapkan kondisi tersebut sedikit menyulitkan pelatih asal Korea Selatan dalam memberikan materi latihan. Sehingga, sejauh ini Shin Tae-yong hanya memberikan program latihan fisik.

"Mental, disiplin, dan fisik jadi fokus Shin Tae-yong itu akan ditingkatkan, lalu taktik dan strategi juga akan menyusul," jelas Iwan Bule.

Di sisi lain, Shin Tae-yong juga tak menyangkal bila kondisi fisik para pemainnya menurun drastis. Menurutnya, berlatih secara mandiri masih kurang cukup untuk menjaga level kebugaran pemain.

"Jujur tak bergulirnya liga dalam tempo satu tahun itu sangat menyulitkan walau mereka latihan pribadi. Anggap saja sekarang 30 persen jadi perlu ditingkatkan dengan latihan fisik agar tetap kuat," tutur pelatih asal Korea Selatan.

Sebagai informasi, kompetisi di Indonesia sudah vakum sejak Maret 2020. Sementara, kompetisi musim ini pun masih belum jelas kapan bakal dimulai.