Kominfo Ajak Anak Muda Mengisi Kegiatan Positif untuk Menghindari Perilaku Negatif

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Narkotika Nasional (BNN) baru saja merilis kabar mengejutkan. Provinsi Jawa Barat disebut sebagai daerah tertinggi pengguna narkoba selama masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dipicu karena pembatasan aktivitas masyarakat di masa pandemi. Terbukti, penangkapan pengguna narkoba di Jawa Barat lebih banyak ketimbang provinsi lain.

Menanggapi soal tersebut, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Gunawan menilai kelompok milenial dan remaja memang merupakan kelompok paling rentan menjadi penyalahguna narkoba. Kelompok ini, menurutnya paling rentan terpengaruh oleh berbagai hal negatif, termasuk pengaruh narkoba yang hanya akan merusak generasi bangsa.

“Kami (Kominfo) membantu BNN dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Kalau BNN dari sisi penindakan, kami membantu dari sisi pencegahan lewat sosialisasi bahaya narkoba. Salah satunya melalui agenda Bela Negara yang salah satu bentuknya adalah mendorong generasi muda untuk aktif berkarya,” ujar Gunawan.

Gunawan melanjutkan, apabila anak muda disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti ngevlog, menciptakan konten-konten kreatif, atau kegiatan sejenisnya, secara otomatis akan menjauhkan mereka dari keinginan mencoba-coba narkoba. Kominfo juga berupaya menciptakan kegiatan-kegiatan secara massal untuk menggugah rasa Bela Negara di kalangan muda serta bahaya narkoba. Menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke anak muda, menurut Gunawan cara paling mudahnya adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi agar anak muda tertarik.

“Meskipun di tengah pandemi, seharusnya tidak membuat kita berhenti berkreasi dan berinovasi. Anak-anak muda yang gabut, kita coba ajak untuk berkegiatan. Misalnya memanfaatkan dunia digital untuk mencari rezeki, menciptakan konten-konten kreatif lewat berbagai aplikasi, dan lain-lain,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum menilai, peran ulama dan tokoh agama sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan narkoba. Pasalnya, menurut Uu, persoalan narkoba tidak cukup diberi sanksi. Namun, perlu pendekatan agama.

“Harus dibangun keimanannya agar kuat sehingga tumbuh kesadaran akan bahaya barang haram tersebut,“ kata Uu di berbagai media.

(*)