Kominfo Ajak Seluruh Instansi Pemerintah Mengatasi Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak semua instansi pemerintah berkordinasi untuk mengatasi sebaran hoaks di tengah pandemi Covid-19, agar masyarakat tidak tersesat oleh informasi palsu.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong, menyatakan, pentingnya koordinasi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyikapi maraknya sebaran hoaks dan disinformasi, serta mengoptimalkan tindak pencegahan di tengah pandemi Covid-19.

Usman berharap, pihak Kominfo dapat bekerja sama dengan Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) dengan memanfaatkan segala teknologi informasi untuk meningkatkan informasi mengenai kebijakan pemerintah supaya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh daerah.

“Sehingga ketika ada informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat dapat ditangani dengan cepat. Kita mempunyai WA group untuk saling berbagi informasi dan kemudian sama-sama menyebarkannya,” kata Usman, dikutip dari situs resmi Kominfo, Sabtu (21/8/2021).

Kominfo pun mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi pada Kominfo, kemudian disebarkan melalui platform yang dimiliki seperti Info Publik, Kominfo.go.id, dan sebagainya.

“Jadi itu kami lakukan semua supaya nanti narasi informasinya itu tunggal, dari atas sampai bawah, dari pusat sampai ke daerah,” paparnya.

Menurut Usman, tak hanya pemerintah yang dapat melakukan tindakan untuk menangkal hoaks serta disinformasi yang tersebar, masyarakat juga perlu dibekali dengan keterampilan sehingga dapat efektif dalam menerima informasi dari platform digital.

Usman pun menyebutkan beberapa cara untuk masyarakat dapat menangkal hoaks dan disinformasi yang sedang banyak beredar di masa pandemi Covid-19.

“Kalau ada kata, sebarkan, itu harus kita waspadai. Apalagi ditulis dengan huruf kapital semua, nah kita harus curigai itu. Jangan langsung sharing saja sebelum kita saring. Sebenarnya ada trik yang simple bagi Sobatkom (Sobat Kominfo) untuk mengetahui sebuah informasi itu hoaks atau bukan. Kalau satu informasi itu istilahnya adalah too good to be true or too bad to be true,” tutupnya.

(MG/ Amadea Claritta)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel