Kominfo Ikut Dalami Dugaan Pencurian Data Pribadi dari Aplikasi Azan dan Salat

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mempelajari dugaan pemrosesan data pribadi pengguna aplikasi tanpa izin oleh sejumlah aplikasi di Google Play Store. Kominfo akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Teranyar, aplikasi azan dan salat yang kedapatan bisa mencuri data pribadi pengguna. Hingga saat ini ada 10 juta pengguna yang telah mengunduhnya. Hal itu sebelumnya diungkapkan siber Polda Metro Jaya.

"Kementerian Kominfo tengah mempelajari dugaan pemrosesan data pribadi secara tanpa hak yang dilakukan oleh beberapa aplikasi di Google Play Store. Koordinasi lebih lanjut dengan pihak Polda Metro Jaya akan dilakukan terkait upaya dan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil sesuai ketentuan yang berlaku," kata Jubir Kementerian Kominfo Dedy Permadi kepada merdeka.com, Kamis (21/4).

Dia mengungkapkan, bahwa pihak Google telah mengambil tindakan terhadap Aplikasi yang diduga melakukan pemrosesan data penggunanya secara tanpa hak.

"Aplikasi tersebut diwajibkan untuk menghapus fitur pengambilan data pengguna, jika ingin dapat kembali diakses oleh penggunanya di Google Play Store," ujarnya.

Dedy meminta masyarakat untuk dapat memeriksa daftar aplikasi yang diduga mengambil data pribadi secara tanpa hak, dan melakukan langkah pengamanan antara lain seperti memutakhirkan sistem keamanan perangkat.

Kemudian, melakukan instalasi ulang terhadap aplikasi yang diduga memproses data pribadi secara tanpa hak jika aplikasi telah tampil kembali di Google Play Store dan menghapus fitur yang memproses data pribadi secara tanpa hak.

"Tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan," terang Dedy.

Sebelumnya, aplikasi azan dan salat yang kedapatan bisa mencuri data pribadi pengguna. Hingga saat ini ada 10 juta pengguna yang telah mengunduhnya.

Demikian informasi itu dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya melalui akun resmi Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Waspada aplikasi salat dan azan pencuri data. Beredar di Play Store diunduh 10 juta pengguna," demikian peringatan akun @siberpoldametrojaya seperti dikutip merdeka.com, Rabu (20/4).

Masih dalam akun @siberpoldametrojaya, peringatan tersebut dikeluarkan setelah sebuah analisis melaporkan tentang serangkaian aplikasi yang tersedia di Google Play Store.

"Yang mengumpulkan data sensitif pengguna dan telah diunduh lebih dari 45 juta pemasangan aplikasi," tulis akun @siberpoldametrojaya.

Apa saja yang dicuri? Meliputi data GPS, nomor telepon hingga kata sandi router modem.

"Aplikasi tersebut mencuri data melalui pengembangan perangkat lunak (SDK) pihak ketiga yang encakup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat email, nomor telepon bahkan alamat MAC router modem pengguna dan SSID jaringan."

Akun @siberpoldametrojaya turut membeberkan sebelah aplikasi pencuri data pribadi pengguna, yakni:

1. Speed Camera Radar-10 juta download
2. Al-Moazin Lite (Prayer Times)-10 juta download
3. Wifi Mouse (remote control PC)-10 juta download
4. QR & Barcode Scanner-5 juta download
5. Qibla Compass-Ramadan 2022-5 juta download
6. Simple Weather & Clock Widget-1 juta download
7. Handcent Nex SMS-Text w/MMS-1 juta download
8. Smart kit 360-1 juta download
9. Al-Quran MP3-50 Reciters & Translation Audio-1 juta download
10. Full Quran MP3-50+ Language & Translation Audio-1 juta download
11. Audiosdroid Audio Studio DAW-1 juta download [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel