Kominfo: Migrasi Televisi Analog ke Digital Kebutuhan Seiring Perkembangan Teknologi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong perubahan siaran televisi analog untuk beralih ke digital atau Analog Switch Off (ASO). Staf Khusus Menkominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyebut, hal ini merupakan momentum dalam percepatan transformasi digital di Indonesia.

Menurut Philip, masyarakat harus dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan besar yang terjadi. Terlebih, berbagai negara telah melakukan migrasi dari televisi analog ke televisi digital.

"Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara tetangga bisa dibilang cukup terlambat, namun presiden ingin mendorong dan memastikan Indonesia juga mengikuti apa yang disebut dengan transformasi digital," ujar Philip dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (2/11).

Philip menyampaikan, sesuai arahan Presiden Jokowi, transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan. Namun, transformasi tersebut harus mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indonesia.

"Oleh karena itu, migrasi dari televisi analog menuju digital merupakan suatu kebutuhan dari aspek bagaimana kita mesti beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang baru," katanya.

Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Syafrizal ZA menilai, teknologi analog bersifat memakan ruang frekuensi yang cukup besar. Situasi ini menjadi penyebab padatnya lalu lintas penyiaran.

"Jatah ruang frekuensi analog jauh lebih besar bila dibandingkan dengan kebutuhan penyaluran teknologi digital. Situasi ini menyebabkan padatnya jagad lalu lintas penyiaran," jelas Syafrizal.

Syafrizal menambahkan, ASO dapat menata ulang kerapian penggunaan spektrum dan pemanfaatan sumber daya frekuensi. Sehingga tersedia ruang frekuensi bagi perluasan dan percepatan internet di Indonesia.

"Sinyal digital akan mampu meng-cover seluruh wilayah Indonesia. Tidak ada lagi blankspot, maka akan mempercepat arus informasi," ucapnya.

Sementara, Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo, Provinsi Riau Hasmuri Hasan mengatakan, pemerintahannya terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi siaran televisi digital di wilayah Riau.

"Beberapa wilayah layanan telah terjadwal untuk menghentikan siaran TV analog dan beralih ke siaran TV digital sebelum batas akhir yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 11 tahun 2011 yaitu tanggal 2 November 2022,” katanya.

Selain itu, Ketua KPID Provinsi Sumatera Selatan, Herfriady mengatakan, KPID Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong analog switch off terutama dari sisi keberagaman isi siaran televisi. Dia berkata, ketika teknologi televisi sudah berubah, maka isi kontennya juga harus disesuaikan dengan perubahan teknologi.

"Bagaimana kemudian konten televisi bisa memberikan tiga nilai yaitu edukasi, hiburan dan pendidikan yang bisa dikedepankan dengan kreatifitas dari insan penyiaran yang ada di Sumatera Selatan. Itu yang kita dorong dari lembaga penyiarannya," ungkap Herfriady. [gil]