Kominfo pastikan 60 persen lebih anggaran 2022 untuk belanja PDN

·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate memastikan pihaknya mengalokasikan lebih dari 60 persen total anggaran 2022 untuk belanja produk dalam negeri (PDN) terutama produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Jika diperkirakan, alokasi belanja PDN Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lebih Rp16 triliun dari total anggaran Rp25 triliun.

“Alokasi tersebut lebih besar dari target belanja anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk produk dalam negeri setiap tahun yang minimal sebesar 40 persen,” ujar dia di SMESCO Exhibition Hall saat showcase and business matching tahap II, melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Dari anggaran tersebut, Kominfo bakal memilah produk sektor industri yang menjadi domain Kementerian Perindustrian serta produk UMKM yang menjadi ranah Kementerian Koperasi dan UKM.

Dengan alokasi yang melebih target, Johnny mengharapkan kementerian/lembaga lain dapat mengambil contoh dari Kominfo sehingga roda perekonomian, khususnya pelaku UMKM terus bergerak.

“Jika semua kementerian dan lembaga mengalokasikan hingga 60 persen anggarannya untuk belanja produk dalam negeri, angka belanja pemerintah tersebut diproyeksikan lebih dari Rp1.400 triliun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menganggap alokasi belanja PDN yang sangat besar oleh pemerintah harus diawasi dan didampingi agar dapat terealisasi dengan benar.

Oleh karena itu, Kominfo dipastikan memberikan dukungan penuh terhadap e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar proses belanja barang bisa dilakukan dengan memperhatikan tata pemerintahan (governance) maupun akuntabilitasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyatakan perekonomian nasional ke depan akan sangat bergantung terhadap kekuatan domestik atau PDN.

“Ini akan menjadi momentum bagi kebangkitan UMKM untuk meningkatkan kualitas produksi dan kapasitas produksinya,” kata Menteri Teten.

Bagi Menkop, pelbagai produk di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan digital buatan dalam negeri sudah mampu bersaing di pasar dunia. Mulai dari simulator, mobil penangkap sinyal, produk aplikasi, hingga teknologi alat pertanian.

“Kami harapkan dengan adanya showcase ini ada interaksi dengan pelaku UMKM, sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa pemerintah,” ucap dia.

Baca juga: Menkominfo dorong BUMN dan swasta gunakan produk dalam negeri
Baca juga: Teten: Produk UMKM sudah banyak yang berbasis teknologi dan inovasi
Baca juga: Luhut ingatkan daerah terus beri pendampingan ke UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel