Kominfo Pastikan Kawal BPOM Patroli Siber Telusuri Peredaran Obat Sirop

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kawal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan patroli siber terkait peredaran obat sirop mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) secara online.

"Kami kawal dan bantu sepenuhnya BPOM. Agar masyarakat terlindungi dari peredaran obat yang unsur toksiknya tinggi," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate kepada wartawan di sela kegiatannya di Jakarta, Rabu (26/10).

Patroli siber ini, kata Johnny, jadi kewenangan BPOM sebagai badan pengawas terkait. Peran Kominfo sebatas memberikan pendampingan serta berkoordinasi dengan BPOM. Dalam upaya menelusuri dan mencegah aksi jual beli obat sirop berunsur toksik pada platform situs, media sosial, dan e-commerce.

"Anak anak meninggal ginjalnya rusak karena terlalu banyak racun itu bahaya sekali," ucap Sekretaris Jenderal Partai Nasdem ini.

Dia mengaku belum mengetahui data terkini jumlah konten obat yang telah di-takedown BPOM lewat patroli siber.

"Pasti sudah koordinasi dengan Kominfo. Apapun (konten) yang muncul akan terus dibersihkan karena jumlahnya itu tambah kurang. Itu biasa dalam ruang digital. Kita akan melakukan patroli untuk mengikuti semua yang diminta BPOM."

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, masih ada obat-obatan yang tidak memenuhi syarat beredar di platform jualan daring.

"Ada 1.400 tautan yang harus kami lakukan tindak lanjut sebagai bagian dari patroli siber BPOM," kata Penny saat jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/10), melansir Antara.

Hingga kini, BPOM sudah mengumumkan lima merek obat yang dianggap tidak aman karena mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]