Kominfo resmikan dan dukung pemanfaatan positif 16 BTS 4G di NTT

·Bacaan 3 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate meresmikan sebanyak 16 titik Base Transceiver Station (BTS) dan mendukung pemanfaatan jaringan 4G dengan kehadiran infrastruktur digital yang dibangun oleh BAKTI Kominfo itu.

“Saya turut gembira karena hari ini telah bergabung secara virtual bersama kita masyarakat di 16 desa pada 16 kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang mulai hari ini dapat menggunakan layanan Base Transceiver Station sinyal 4G karya BAKTI Kominfo. Selamat menikmati layanan internet dan pergunakanlah sebaik mungkin pagi produktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujar Johnny dalam acara peresmian 16 BTS 4G di NTT itu secara daring, Senin.

Johnny menegaskan pengembangan infrastruktur konektivitas menjadi komitmen Pemerintah untuk mendukung pertumbuhan di berbagai bidang, termasuk perekonomian.

Baca juga: Sebarluaskan layanan 4G, Pemerintah bangun 421 BTS di NTT

Dengan kehadiran 16 BTS 4G baru di NTT yang diluncurkan di akhir 2021 ini maka diharapkan masalah jaringan tidak lagi menjadi penghambat bagi geliat usaha dan geliat kreatifitas sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat.

“Dengan internet kita bisa mempromosikan budaya dan destinasi pariwisata hingga memasarkan produk ekonomi kreatif serta produk tani dan peternak, dengan jangkauan wilayah nasional, wilayah regional bahkan wilayah internasional,” ujar Johnny.

Ia juga menyampaikan mengikuti arus perkembangan zaman dan juga era transformasi digital, kehadiran internet sudah seperti bagian dari hidup yang tidak bisa dilepaskan.

Terutama dengan terjadinya pandemi COVID-19, keberadaan internet di berbagai kawasan termasuk di Indonesia dipercepat pembangunan infrastrukturnya karena menjadi sarana yang memungkinkan agar masyarakat bisa tetap beraktivitas meski terhalang oleh jarak.

Misalnya seperti kegiatan bekerja dari rumah, pembelajaran jarak jauh (PJJ), hingga konsultasi layanan kesehatan atau kita mengenalnya dengan sebutan telemedisin.

“Dengan realita tersebut sebagai prasyarat untuk mendapatkan konektivitas internet yang tangguh dan dapat diandalkan, dibutuhkan pembangunan infrastruktur digital yang akseleratif di seluruh wilayah nasional kita, di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Hingga Desember 2021, tercatat sudah ada 156 BTS eksisting dari BAKTI Kominfo yang tersedia di NTT.

Nantinya perluasan jangkauan konektivitas akan terus dilanjutkan hingga NTT memiliki 421 BTS 4G di 2022 sehingga layanan internet yang didapatkan oleh masyarakat menjadi stabil.

Selain menghadirkan BTS 4G yang merata, rencana pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai kawasan digital adalah menyiapkan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) dan menyiapkan fasilitas pengembangan Smart City di Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional (KPPN) Labuan Bajo.

Ada pun peresmian 16 lokasi BTS 4G yang diresmikan oleh Menteri Kominfo adalah sebagai berikut: Desa Toe Kabupaten Manggarai, Desa Ngaru Kanoru Kabupaten Sumba Timur, Desa Patiala Dete Kabupaten Sumba Barat,Desa Nuba Atalojo Kabupaten Lembata,Desa Nuapin Kabupaten Timor Tengah Selatan,Desa Faifua Kabupaten Rote Ndao, Desa Watu Waja Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Nataute Kabupaten Nagekeo.

Kemudian, Desa Lenang Selatan Kabupaten Sumba Tengah, Desa Kahale Kabupaten Sumba Barat Daya, Desa Nonotbatan Kabupaten Timur Tengah Utara,Desa Satar Lenda Kabupaten Manggarai Timur, Desa Kolorae Kabupaten Sabu Raijua, Desa Taman Mataru Kabupaten Alor, Desa Pantai Liman Utiuh Tuan Kabupaten Kupang, Desa Letkole Kabupaten Kupang serta yang terakhir adalah Desa Ondorea Barat Kabupaten Ende.

Baca juga: BAKTI katakan pembangunan BTS 4G di Papua berjalan sangat baik

Baca juga: Pemerintah fokus kuatkan jaringan middle mile setelah BTS 4G daerah 3T

Baca juga: Sebaran internet BAKTI di Papua mayoritas untuk akses pendidikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel