Kominfo Rilis Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 Pekan Ini, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait vaksin covid-19 masih banyak beredar. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis sejumlah hoaks yang sudah diturunkan kontennya. Apa saja hoaksnya? Berikut beberapa di antaranya:

1. [DISINFORMASI] Stroke Menyerang Anak-anak sebagai Efek Samping Vaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan sebuah bus dengan poster tentang penyakit stroke yang menyerang anak-anak. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa penyakit stroke yang menyerang anak-anak merupakan efek samping dari vaksin Covid-19.

Namun berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti ilmiah bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan stroke pada anak. Baca selengkapnya di link ini...

2. [DISINFORMASI] Sekretaris Pers Gedung Putih Terinfeksi Covid-19 karena Vaksin

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Sekretaris Pers Gedung Putih terinfeksi covid-19 usai vaksin.

Disebut bahwa karena menerima suntikan vaksin COVID-19, ia yang sebelumnya negatif menjadi positif terinfeksi virus corona.

Namun berdasarkan hasil penelusuran klaim tersebut tidak benar. Psaki justru menjelaskan bahwa vaksin membuat gejala covid-19 nya tidak parah.

Baca selengkapnya di link ini...

3. [DISINFORMASI] Video Pria Pingsan di Hadapan Pangeran Charles Usai Vaksinasi

Beredar video yang menampilkan Pangeran Charles mengobrol dengan seorang pria yang kemudian pria itu pingsan di hadapannya. Dalam narasi yang beredar, pria itu diklaim sebelumnya disuntik vaksin COVID-19.

Namun setelah ditelusuri video itu diunggah pada 9 Juli 2020 sebelum vaksinasi covid-19 dilaksanakan.

Baca selengkapnya di link ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel