Kominfo soal Data Registrasi SIM Card Bocor: Masih Diinvestigasi Sumbernya!

Merdeka.com - Merdeka.com - Dirjen APTIKA Kominfo, Semuel A. Pangerapan mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Ditjen PPI, Ditjen Dukcapil, operator seluler, BSSN, dan CyberCrime Polri. Koordinasi ini terkait dengan pembahasan 1,3 miliar kebocoran data registrasi SIM Card.

"Ya, kami sudah melakukan koordinasi. Dalam kesimpulanya tadi, data yang bocor tidak sama tapi ada beberapa kemiripan," kata Semmy saat konferens pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (5/9).

Untuk itu, lanjut Semmy, pihaknya akan melakukan investigasi lebih dalam lagi terkait data bocor berasal.

"Mereka (hacker-red) memiliki sistem yang comply, hingga sekarang ini masih mencari data ini milik siapa, karena ini ekosistem, lintas sektor," ungkap dia.

Menurut dia, berdasarkan sampel data yang diberikan gratis oleh peretas, terdapat 2.000.006 data yang dianalisis. Hasilnya, 15-20 persen sampel dari itu cocok. Pria yang karib disapa Semmy ini mengatakan, setiap kali ada kebocoran terdapat dua hal.

"Pertama adalah pelanggaran administratif dari penyedia. Sesuai dengan UU ITE setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan kerahasiaannya. Kedua, pengendali harus memastikan jangan sampai tahu ada kebocoran data tapi belum ditutup. Itu tanggung jawab dia," jelas Semmy.

Sebelumnya, Semmy pernah menyatakan bahwa Kominfo tidak memegang data-data tersebut.

"Perlu diketahui, Kementerian Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar," kata dia. [faz]