Kominfo terus gencarkan literasi digital untuk lawan hoaks

Suryanto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menggencarkan program gerakan nasional literasi digital sebagai upaya melawan hoaks yang masih bermunculan di dunia maya, termasuk media sosial.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Donny Budi Utoyo dalam diskusi virtual, Selasa, mengatakan pihaknya tengah merancang program untuk turun langsung ke daerah-daerah guna memberikan edukasi penanganan hoaks.

"Sekarang secara bertahap pada protokol kesehatan sudah memungkinkan pertemuan tatap muka dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, dan seterusnya, maka sekarang kita sudah mulai merancang untuk bertemu dengan masyarakat di wilayah-wilayah melakukan edukasi tatap muka. dan ini akan dimasifkan terus," kata Donny.

Baca juga: Indonesia berpartisipasi dalam literasi digital di ASEAN

Donny mengatakan pihaknya menargetkan pada 2022 sebanyak 12,5 juta orang akan mendapatkan pemahaman literasi digital, termasuk tentang penanganan hoaks.

Selain memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat, langkah lainnya yang dilakukan Kominfo adalah membangun koordinasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Kesehatan, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, serta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk membahas hoaks baru yang muncul.

Ketika ada hoaks baru yang beredar, kata dia, Kominfo akan langsung berdiskusi dengan pihak-pihak tersebut menentukan klarifikasi yang tepat untuk selanjutnya disampaikan ke masyarakat.

"Jadi kalau ada hoaks baru muncul itu langsung kita diskusikan. Ini klarifikasinya seperti apa? Kita coba carikan sumber-sumbernya secara cepat. begitu ada bahwa ini adalah hoaks, sudah legitimate bahwa ini hoaks, itu kita mintakan stempel. Stempel itu apakah dari Kominfo, apakah dari Mafindo. Lalu setelah ada stempel hoaksnya lalu didistribusikan lewat berbagai saluran termasuk media massa," kata Donny.

Lebih lanjut, Donny mengingatkan masyarakat untuk selalu bijak dalam mengelola informasi yang diterima. Dia meminta masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang tidak diketahui kebenarannya.

"Pastikan cek dan recheck. Selalu saring sebelum sharing. Kalau kita tidak yakin kebenarannya jangan diteruskan. kalau kita yakin kebenarannya dan sudah yakin benar tapi tidak ada manfaatnya, jangan diteruskan. Itu prinsip dasar supaya bisa melawan hoaks, melawan COVID-19, dan memulihkan ekonomi nasional," kata Donny.

Baca juga: Tiga poin resep hindari hoaks dan pelanggaran privasi

Baca juga: Kominfo, ICT Watch, dan Whatsapp luncurkan edukasi literasi digital